Home » News » Kasus » ACTA: Ahok Lecehkan Sistem Peradilan  
jpu, buni yani, ahok

ACTA: Ahok Lecehkan Sistem Peradilan  

Jakarta, Tengokberita.com – Ketidakhadiran Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai saksi dalam persidangan perkara ujaran kebencian dengan terdakwa Buni Yani di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (8/8/2017), menyemburkan tanda tanya.
 
Mengapa Ahok tidak hadir? Benarkah karena faktor lokasi sidang yang berada di Bandung sedangkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu kini tengah menjalani penahanan di Mako Brimob?
 
Sejatinya, kehadiran Ahok sebagai saksi pada persidangan Buni Yani sangat diperlukan. Sebab Buni Yani kini duduk di pesakitan dan harus menjalani persidangan di Bandung karena dia dianggap telah mengunggah tayangan pidato Ahok di Kepulauan Seribu di akun Face Book miliknya.
 
Menanggapi hal ini, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mendesak agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Ahok di persidangan perkara Buni Yani. “Ini tuntutan hukum yang jelas diatur dalam KUHAP. Ahok ya harus hadir sebagai saksi (dalam persidangan Buni Yani),” kata Waketum ACTA Ade Irfan Pulungan kepada tengokberita.com, Selasa (8/8/2017) malam.
 
Soal alasan jaksa bahwa Ahok tidak mesti hadir di persidangan karena kesaksiannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sudah berada di bawah sumpah, dinilai Ade sebagai alasan mengada-ada. Sebab, keterangan saksi di persidangan akan menjadi fakta hukum dalam persidangan.
 
Dalam persidangan perkara ujaran kebencian yang digelar di PN Bandung pada Selasa (8/8/2017), Buni Yani sendiri meminta agar majelis hakim menghadirkan Ahok di persidangan.
Buni Yani ingin Ahok bersaksi di persidangan agar dirinya bisa langsung menanyakan kesaksian Ahok sebagaimana ditulis dalam BAP JPU.
 
Kalau (kesaksiannya) cuma dibacakan (JPU), kita nggak bisa kritisi dong. Kan berat sebelah. ‘Pak Ahok situ bohong ya’ kan saya bilang begitu. Makanya dia harus datang di persidangan,” kata Buni Yani usai persidangan sebagaimana dilansirAntara.
 
Jaksa Andi M Taufik berdalih, JPU sudah tiga kali melayangkan surat panggilan kepada Ahok. Namun karena berbagai hal, Ahok belum juga bisa hadir di persidangan Buni Yani.
 
Dalam pandangan ACTA,  jika JPU mengaku sudah tiga kali melayangkan surat panggilan kepada Ahok namun tak juga hadir, Ahok dianggap telah melecehkan sistem peradilan di Indonesia.
 
Jelas dong, sudah tiga kali dilayangkan surat panggilan tetapi (Ahok) tidak juga datang. Ini bisa dinilai sebagai tindakan melecehkan sistem peradilan kita. Sebab soal kehadiran saksi sudah jelas diatur dalam KUHAP,” pungkas Ade. (has)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Terima Suap, KPK Jadikan Walikota Cilegon Tersangka

Jakarta, Tengokberita.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan status penyidikan dan menetapkan Walikota Cilegon Tubagus Iman Aryadi ...

ACTA: Ahok Lecehkan Sistem Peradilan  

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 1 min
0