Home » News » Kasus » ACTA: Film KAAL Tetap Harus Diproses Hukum

ACTA: Film KAAL Tetap Harus Diproses Hukum

Jakarta, tengokberita.com – Komentar atas film pendek ‘Kau Adalah Aku yang Lain’ (KAAL) karya Anto Galon yang dinobatkan sebagai pemenang lomba Police Movie Festival (PMF) ke-4, terus bermunculan.

Kali ini datang dari Adovkat Cinta Tanah Air (ACTA). Lewat Wakil Ketua Umumnya, Ade Irfan Pulungan, ACTA menilai bahwa film pendek tersebut tetap harus diproses secara hukum meski si pembuat film (Anto Galon) telah menyampaikan permintaan maaf.

“Kapan minta maafnya? Minta maaf secara terbuka dong kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Kalau pun dia (Anto Galon, red) sudah menyampaikan permintaan maaf, tidak menghapus perbuatan yang patut diguga melawan hukum yang telah dilakukannya,” kata Ade kepada tengokberita.com, Minggu (2/7/2017).

Untuk itu, kata Ade, proses hukum atas film pendek KAAL harus tetap berjalan. Sebab film tersebut dinilai telah menyakiti umat Islam di Indonesia. Apa yang disampaikan dalam film tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi sehari-hari di masyarakat.

“Film KAAL telah mendiskreditkan umat Islam di Indonesia. Islam tidak anti toleransi. Islam adalah agama yang Rahmatan Lil Alamin,” tegas Ade.

Soal minta maaf, Ade mengatakan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga telah menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya menodai agama Islam ketika berpidato di hadapan para nelayan Kepulauan Seribu.

“Tapi kasus hukum Ahok tetap berjalan hingga akhirnya divonis kurungan penjara selama 2 tahun oleh majelis hakim. Kalau segala pelanggaran hukum di negeri ini selesai dengan permintaan maaf, bisa kacau hukum di negara ini,” sambung Ade.

Sebelumnya, lewat keterangan tertulils yang dikirim ke media, sutradara film Kau adalah Aku yang Lain, Anto Galon, meminta maaf apabila pesan yang ingin disampaikan dalam filmnya tidak sampai sepenuhnya. Akibatnya, film yang sebenarnya ingin menyampaikan pesan Islam sebagai agama yang mengedepankan toleransi justru menjadi kontroversi.

“Film itu adalah sebuah renungan bahwa sebagai seorang Muslim agar tidak menjadi oknum seperti yang Si Mbah dalam film,” kata dia melalui keterangan resmi yang dirilis Kepolisian Republik Indonesia, Rabu (28/6/2017) silam.

Anto mengatakan film tersebut memang tidak bisa ditonton secara parsial, apalagi pada bagian Si Mbah melarang ambulans lewat. Dia menerangkan tokoh Si Mbah merupakan gambaran watak sebagian manusia, bukan hanya muslim, yang memiliki pemikiran kolot.

“Tonton film tersebut secara utuh dan resapi,” kata dia.

Film itu juga menyuguhkan karakter muslim lain yang mengingatkan apabila tindakan yang dilakukan oleh tokoh si mbah keliru.

“Di film itu juga pada akhirnya ambulans diberikan jalan dan tidak ada satupun masa pengajian yang menolak ambulans tersebut lewat bahkan si Mbah akhirnya sadar dan ikut membantu ambulans tersebut lewat,” kilah Anto. (has)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Ini Kronologi Jony Tikam Selingkuhannya Gara-gara ‘Mr P’ Nya Diledek Kecil

ACTA: Film KAAL Tetap Harus Diproses Hukum

Tengok Berita red Berita Hari ini: 2 min
0