Ada 800 Jenis Narkoba, Indonesia Baru Temukan 68

84
Narkoba jenis shabu cair yang diproduksi di Diskotek MG Internasional di Jl Tubagus Angke, Jakarta Barat.

Jakarta, Tengokberita.com – Aksi kejahatan terus mengembangbiakkan modus dan jenisnya seiring dengan makin canggihnya piranti penangkal kejahatan yang dimiliki aparat penegak hukum. Para pelaku kejahatan akan terus mencari celah-celah hukum agar bisa menggelar aksinya.

Kejahatan dan hukum ibarat dua sisi mata uang; begitu tipis sekat yang dihadapi keduanya sehingga keduanya bisa saling mengintai. Semakin canggih piranti yang dimiliki dan semakin pintar aparat penegak hukum, maka semakin canggih dan pintar pula para pelaku kejahatan dalam melakukan aksinya.

(baca: Kepala BNN: Selama 2017, 5 Juta Kg Bahan Narkoba Masuk Indonesia)

Kejahatan dan hukum seakan berlomba untuk bisa menjadi penampil terbaik dalam dua kutub berbeda di kehidupan masyarakat.

‘Perlombaan’ itu kini tengah terjadi dalam hal narkoba. Para mafia narkoba di dunia seakan tak pernah berhenti berkreasi dalam melakukan aksinya. Modus dan jenis narkoba terus berkembang biak dari waktu ke waktu.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengklaim, saat ini ada 800 jenis narkoba di seluruh dunia. Dari jumlah itu, petugas baru menemukan 68 jenis narkoba di Indonesia.

Narkoba jenis CC4 berbentuk kertas perangko bergambar mainan anak-anak dan emoticon, sudah masuk dan beredar di Indonesia.

Sisanya, entah tidak ada atau belum masuk. Atau malah sudah masuk seluruhnya ke Indonesia dan belum terdeteksi petugas.

Dari 800 jenis, yang ketemu di indonesia itu ada 68. Jangan-jangan 800 itu ada di Indonesia, jangan-jangan. Tapi yang dilaporkan di dunia itu ada 800. Yang sudah kita temukan 68 jenis baru, dan baru 60 yang masuk dalam Undang-Undang Kesehatan, yang 8 belum,” kata Kepala BNN Budi Waseso di Gedung BNN, Rabu (27/12/2017).

Narkoba jenis CC4 yang disita aparat kepolisian.

Narkoba jenis baru yang ditemukan ini masih terus dikaji lebih lanjut oleh BNN dan terus diupayakan untuk dicegah. Sebab Budi sendiri mengakui bahwa 800 jenis yang ada bukanlah hal sedikit dan tidak semuanya diketahui bentuk, jenis serta hal-hal terkait lainnya.

Ini betul-betul jenis baru, bukan model baru. Kalau model baru itu yang kita temukan di MG (Diskotek MG International). Kalau tadinya tablet (kristal), kini dicairkan dan harganya 400an ribu, harus dapat member,” kata pria yang akrab disapa Buwas ini.

Banyaknya ragam narkoba jenis baru yang masuk juga tidak bisa serta merta langsung ditanggulangi BNN. Sebab, sebagaimana diakui Buwas, BNN membutuhkan waktu untuk mengungkap kasus-kasus penyalahgunaan narkoba yang ada.

Narkoba jenis Flakka yang bisa membuat pemakainya bertingkah layaknya mayat hidup (zombie)

Biasanya kita mengembangkan dari penyalahguna, nanti bisa menjadi pengedar, jaringan, bandar. Dan pengungkapan jaringan ini tidak mudah, sampai saat ini kecepatan mengungkap jaringan rata-rata 3 bulan. Indonesia sendiri juga beda dengan negara lain. Beberapa negara di dunia peredaran tidak seperti di Indonesia, hanya berlaku beberapa jenis saja, tidak semuanya ada. Kalau di Indonesia semuanya ada,” Buwas menegaskan. (nug)

Bagaimana menurut pembaca?