Ahmad Jayadi, Pebalap Nasional Pendiri AJM Skuter & Prenn

AHMAD JAYADI

Jakarta, Tengokberita.com – Siapa yang tidak mengenal sosok Ahmad Jayadi? Bagi penggemar dunia balap motor namanya pasti sudah tak asing lagi, sebab pada gelaran MotoGP 1997 yang sempat hadir di Sirkuit Sentul, dirinya berhasil masuk sebagai salah satu rider yang bisa bertanding dengan legenda MotoGP, Valentino Rossi.

Ahmad Jayadi kini tak lagi muda. Selepas balap, ia lebih memilih membuka bengkel otomotifnya sendiri di daerah Pondok Gede dengan nama Ahmad Jayadi Motor (AJM) dengan komunitasnya AJM Skuter & Prenn.

Jayadi atau yang sering disapa Om Jay oleh para anggota AJM dan komunitas Vespa lain seperti Vespa Selatan (Vessel) dan H4motoran, turut hadir bersama anaknya pada Sunday Morning Ride (Sunmori) yang dilaksanakan hari ini.

(baca: Serunya Riding Sunmori Bersama 3 Komunitas Vespa)

AJM berdiri sebenarnya dari tahun 1997. Tapi kalau untuk fokus di Vespa matic-nya sendiri di 2015. Khusus Vespa matic. Seiring berjalannya waktu AJM melihat perkembangan sekarang kita beralih ke Vespa matic,” ungkap Jayadi di Jakarta, Minggu (7/1/2018).

Meski demikian, kiprah yang disandang oleh Jayadi sebagai pebalap kelas dunia ini tidak bisa terlepas begitu saja. Sebab, selain ikut kumpul untuk berjalan bersama komunitas Vespa lainnya, AJM juga terus mengikuti gelaran balap motor dengan Vespa matic.

Awalnya (AJM) memang berangkat dari balap, karena memang ada teman yang pakai, terus kebetulan ada balapan, kita ikut. Dan alhamdulillah pertama kali ikut langsung juara dan terus-terusan selama beberapa tahun,” kata dia.

Ahmad Jayadi (kaos hitam menghadap kamera) saat sarapan di Waroeng Si Doel bersama komunitas vespa bentukannya, AJM Skuter & Prenn, Minggu (7/1/2018). (Foto: Fajar Nugraha/Tengokberita.com)

Jayadi menjelaskan bahwa dari tim AJM sendiri setiap balapan hanya menurunkan dua hingga tiga pebalap, dan itu bukan jumlah yang banyak. Namun dirinya bersyukur bahwa motor yang dia rawat di tim AJM terus dapat memenangkan gelaran balap motor Vespa matic setiap tahun.

Kebanyakan kita di kelas bergengsi di 220 Open sama FFA-nya. Juara 1. Alhamdulillah setiap tahun, pokoknya setiap kita turun alhamdulillah gak lepas dari podium. Terakhir itu kita turun final di 2017 ISC Final kita juara satu di FFA sama juara satu di 220,” pungkas dia. (nug)

Bagaimana menurut pembaca?