Alami Defisit, DPR Minta BPJS Kesehatan Benahi Internal

Anggota Komisi IX DPR RI, Oki Asokawati

Jakarta, Tengokberita.com – BPJS Kesehatan mengklaim mengalami defisit sekitar Rp9 triliun. Defisit sebesar itu dikarenakan klaim yang dibayarkan BPJS Kesehatan terhadap delapan penyakit berat atau dikenal sebagai penyakit katastropik seperti kanker dan jantung.

Guna mengatasi persoalan ini, BPJS Kesehatan sempat mewacanakan tidak akan membayar klaim delapan penyakit tadi. Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris bahkan mewacanakan pola cost sharing, iuran akan dinaikkan tetapi terhadap kalangan mampu saja.

(baca: DPR Pastikan BPJS Kesehatan Bayar Penuh Penyakit Katastropik)

Dikonfirmasi soal ini, anggota Komisi IX DPR RI Oki Asokawati tak sepenpadat denga dua wacana tadi. Sebab konsep cost sharing justru akan menjadi beban buat masyarakat.

Mantan model itu malah meminta agar BPJS Kesehatan bisa menyelesaikan masalah defisit yang dialaminya. Caranya?

Okky kemudian mencontohkan bahwa BPJS Kesehatan mengambil 6,7% anggaran untuk pengelolaan administrasi birokrasi. Nilai ini katanya masih jauh lebih besar dengan Jerman yang hanya 4%.

Artinya memang harus ada sistem yang harus dibenahi di dalam BPJS Kesehatan sebelum mereka kemudian melemparkan isu defisit dengan membebankan kepada masyarakat dengan mengatakan bahwa adanya cost sharing dalam penyakit yang katastropik, kan gak boleh gitu dong,” tegas Oki.

Oki melanjutkan, bereskan dulu persoalan mengenai persentase pengelolaan untuk direksinya mengenai bagaimana kerjasamanya pengadaan obat baru kemudian yang lainnya. Menurut Okky, esensi asuransi adalah untuk membiayai penyakit berat.

Esensi daripada asuransi itu kan justru untuk membiayai kalau kita sakit keras seperti yang katastropik-katastropik tadi. Sekarang kok malah dihapus, artinya itu kan tidak sesuai dengan esensi asuransi,” kata Oki. (nug)

Bagaimana menurut pembaca ?