Anies Tunggu Surat Balasan Resmi BPN Soal Reklamasi

57

Jakarta, Tengokberita.com– Kepala BPN Sofyan Djalil mengaku sudah menerima surat permohonan Gubernur DKI Jakarta terkait pembatalan penerbitan sertifikat HGB tiga pulau reklamasi. Namun Sofyan menyebut pihaknya tak bisa mengabulkan permohonan tersebut. Terkait informasi ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan menunggu surat resmi dari BPN sebelum melakukan tindakan berikutnya.

“Tunggu suratnya dulu,” ujar Anies Baswedan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).

Mantan Rektor Paramadina ini mengungkapkan jika telah melakukan prosedur yang benar dalam menarik kebijakan reklamasi dari pemerintahan sebelumnya. Dia menyayangkan badan pertanahan yang menjawab suratnya tidak secara resmi, namun lewat konferensi pers kepada wartawan. “Saya ingin sampaikan Kami kirim surat ke BPN nggak konpers. Ini adalah proses administratif. Kami mendengar BPN konferensi pers, tapi malah belum ada suratnya. Kami ingin jaga adab dalam menjalankan pemerintahan,” ujar dia.

(baca:Pemprov DKI Siap Tanggung Konsekuensi Tolak Reklamasi)

Anies menegaskan bahwa HGB pulau reklamasi tersebut perlu ditarik kembali karena tidak ada dasar hukumnya. Karena proyek itu sudah berjalan sebelum ada Perdanya. “Bagaimana bisa mengatur lahannya kalau Perdanya aja belum ada. Jadi zona ini dipakai untuk apa peruntukannya bagaimana belum ada. Jadi dasarnya nggak ada,” Anies menambahkan.

Seperti diketahui Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyurati Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil, untuk menunda dan membatalkan seluruh Hak Guna Bangunan (HGB) yang diberikan kepada pihak ketiga atas seluruh pulau hasil reklamasi antara lain Pulau C, D dan G.

Surat permohonan itu tertuang dalam Surat Nomor 2373/-1.794.2 tertanggal 29 Desember 2017. Dalam surat itu diterangkan bahwa Pemprov DKI Jakarta sedang melakukan kajian yang mendalam dan komprehensif mengenai kebijakan dan pelaksanaan reklamasi di Pantai Utara Jakarta tersebut. (rot)

Bagaimana menurut pembaca?