Home » News » Blak-Blakan » ‘Apa Salah Jika Kami Punya Cita-cita?’ (3-Habis)
hti, pemerintah, wawancara

‘Apa Salah Jika Kami Punya Cita-cita?’ (3-Habis)

Wawanara Khusus Tengokberita.com-HTI (3-habis)

Kapan Hizbuth Tahrir hadir di Indonesia?
Sudah sejak tahun 1980-an. Tetapi secara resmi, HTI hadir sebagai Ormas Islam yang telah dilegalkan pemerintah, sejak tahun 2000-an. HTI sekarang ini hadir di 34 provinsi di lebih 300 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Konsep Khilafah menurut HTI?
Konsep Khilafah itu ajaran Islam. Itu dulu yang mesti dipahami. Kalau kita baca kitab-kitab fiqih, nggak usah yang besar-besar dulu, seperti kitab fiqih Sulaiman Rasyid di lembar-lembar terakhir itu ada bab tentang Khilafah. Hizbut Tahrir menyampaikan itu. HTI menjabarkan khilafah dari a sampai z. Mulai dari makanan, pakaian, pendidikan, dan seterusnya.

Jadi, Kita nih menyampaikan ajaran Islam. Nah, bahwa ajaran Islam yang kita sampaikan itu belum cocok dengan situasi kondisi yang ada saat ini, maka itu sudah domain perubahan.

Bisa lebih spesifik?
Contoh soal hijab (kerudung). Tahun 1980-an ada sejumlah siswi sma dikeluarkan karena dinilai tidak selaras dengan peraturan sekolah. Begitu pula dengan konsep bank syariah yang diusung pertama kali pada tahun 1973. Tapi sekarang, hijab sudah menjadi seragam resmi di sekolah-sekolah dan bank syariah sudah banyak berdiri. Ini kan perubahan. Nah ini pula yang hendak disampaikan HTI sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. Kita tidak tahu perubahan seperti apa yang akan terjadi karena semuanya itu butuh proses. Tetapi banyak dari kebaikan yang kita lakukan, jadi tertutup jika belum apa-apa kami sudah dituding anti-Pancasila.

(Baca: Pemerintah Jalankan Politik Balas Dendam (2))

Definisi Khilafah menurut HTI?
Khilafah didefinisikan sebagai kepemimpinan umum bagi kaum muslimin seluruhnya di dunia untuk menegakkan hukum-hukum Syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia. Dari definisi itu ada tiga poin yaitu ukhuwah, syariah, dan dakwah.

Ukhuwah, semua umat Islam itu bersaudara yang disatukan lewat model kepemimpinan Khilafah. Ukhuwah saat ini belum efektif. Contohnya dalam hal menolong umat muslim di Rohingnya atau Palestina. Syariah, khilafah akan menegakkan hukum-hukum sesuai syariah. Lalu dakwah, menyampaikan ajaran. Nah inilah konsep khilafah yang kita pahami. Selama ini HTI lebih banyak bergerak di bidang dakwah. Banyak kegiatan positif yang sudah dilakukan.

Maksud Anda, menjadikan Indonesia sebagai Khilafah?
Itu ajaran Islam dan kita sebagai umat muslim wajib mengikutinya. Apa salah jika kami memiliki cita-cita seperti itu? Kenapa harus dipersoalkan dan diperdebatkan? Sekarang begini, di Indonesia ada komunitas LGBT. Kalau ditanya apa keinginan dari komunitas LGBT, jawabannya pasti ingin agar komunitas mereka dilegalkan di Indonesia seperti halnya di Amerika misalnya. Nah, jika komunitas LGBT punya cita-cita, apa kita sebagai umat muslim tidak boleh punya cita-cita? Cita-cita mulia itu jadi masalah karena kita dituding anti-Pancasila. Sebetulnya kalau gak dituding anti-Pancasila, ya gak akan ada gejolak apa-apa.

Jadi tudingan pemerintah bahwa HTI anti-Pancasila adalah fitnah?
Lah iya. Ini politik labelisasi dari pemerintah. Kalau sudah labelisasi, bentuk kemudian adalah monsterisasi. Lalu stigmasisasi. Sekarang sudah berlangsung. Di beberapa kampus sekarang ini beberapa acara kita dibatalkan. Pengajian tidak boleh, plang nama DPP HTI di Lampung sudah diturunkan pihak kepolisian. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Pemerintah Jalankan Politik Balas Dendam (2)

  Pengumuman rencana pembubaran HTI dilakukan pemerintah satu hari jelang sidang vonis Basuki Tjahaja Purnama ...

‘Apa Salah Jika Kami Punya Cita-cita?’ (3-Habis)

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 2 min
0