Awas! Bahaya Cytotek Untuk Aborsi

102

Jakarta, Tengokberita.com- Tren penyalahgunaan obat-obat di kalangan generasi muda, terutama anak-anak dan remaja usia sekolah cukup menghawatirkan. Hal ini merupakan masalah sosial yang serius dan wajib ditangani bersama. Salah satu contoh adalah menggunakan cytotec untuk menggugurkan kandungan atau aborsi.

Praktisi kesehatan Guntur Setio Raharjo S,Si , Apt mengatakan Cytotec sebenarnya adalah obat untuk maag, namun banyak dimanfaatkan untuk aborsi atau sebagai obat penggugur kandungan. “Bagi yang menderita maag obat ini cukup populer,cuma Obat ini banyak disalahgunaan dalam rangka untuk aborsi, “ ujar Guntur kepada Tengokberita.com.

Menurut dia, Cytotec mengandung misoprostol yang berguna untuk mengatasi kelebihan asam lambung yang menyebabkan penyakit maag.

“Beberapa oknum banyak yang menyalahgunakan obat cytote. Padahal untuk mendapatkan obat ini tidak bisa sembarangan. Obat ini hanya bisa dibeli di apotek dengan resep dokter. Adapun untuk Cytotec merk paten setahu saya sudah secara resmi ditarik dari peredaran,” Guntur menambahkan.

Cytotek yang sekarang masih beredar di pasar gelap diduga berasal dari stock lama yang tidak sempat ditarik oleh pihak produsennya.

Tapi itu baru dugaan, saya juga tidak tahu,” ujar dia.

Lantas, apa bahayanya jika menggunakan Cytotek untuk aborsi?
Pertama, Pendarahan yang berkepanjangan

Terjadinya pendarahan bagi pengguna obat aborsi karena merupakan bagian dari proses pembuangan embrio. Tetapi pendarahan yang berlebihan dan tidak normal yang berlanjut dalam jangka waktu yang lama. Hal ini bisa terjadi sampai 12 hari bahkan paada beberapa wanita sampai 6 minggu.

Kedua, menyebabkan kematian

Dalam beberapa kasus obat ini ada sampai 15 persen aborsi tidaklah sempurna. Apabila gagal dalam mengugurkan embrio maka pasien harus segera di operasi dan dengan cara operasi maka akan ada resiko besar seperti komplikasi dengan anestesi yang dapat menyebabkan kematian.

Ketiga, Efek samping psikologis

Wajah seperti depresi rasa sakit yang emosional, masalah ini berkisar dari depresi penyalah gunaan obat dan sering berpikir untuk bunuh diri. Sudah banyak orang yang mensurvei tentang masalah ini. Kebanyakan wanita yang telah melakukan aborsi akan berpikiran untuk bunuh diri dan tidak memiliki sifat yang positif.

Keempat Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik atau biasa dikenal dengan hamil yang terjadi di saluran tuba. Pil aborsi yang di konsumsi akan beresiko besar malah bisa berakibat kematian. Karena obat yang di konsumsi oleh wanita hamil ektopik menyebabkan saluran tuba akan pecah dan kalau tidak di perbaiki dalam waktu yang singkat hasil yang di dapat akan fatal dan mengancam nyawa kehidupan pasien tersebut.

Karena itu, sejumlah orangtua, masyarakat dan pendidik juga prihatin dengan penyalagunaan obat di kalangan remaja. Ghufron Amirullah . M.Pd seorang Dosen Biologi di sebuah kampus di DKI Jakarta sekaligus aktivis Relawan membaca 15 menit mengatakan kekuatiran dan keprihatinannya. Dia menduga hal itu terjadi akibat maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja. Dia juga mendengar bila beberapa tahun belakangan banyak ditemukan di kalangan Mahasiswi dan kaum pelajar remaja putri mengkonsumsi obat Cytotec.
“Penanganan kejahatan dan penyalahgunaan obat memerlukan solusi holistik pada seluruh rantai demand dan supply, baik melalui upaya preventif maupun represif,” ujar dia. (jar/rot)

Bagaimana menurut pembaca?