Home » News » Urban » Bayi Debora Menggugat Rasa Kemanusiaan Dokter dan Rumah Sakit
bayi, rumah sakit, meninggal

Bayi Debora Menggugat Rasa Kemanusiaan Dokter dan Rumah Sakit

Sumpah Dokter
Saya bersumpah bahwa :
Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan.
Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara terhormat dan bersusila, sesuai dengan martabat….
Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan.
Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, saya berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, politik kepartaian, atau kedudukan sosial….
Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya…

Jakarta, Tengokberita.com – Itu lah penggalan dari sumpah dokter. Sumpah dokter adalah sumpah yang dibacakan oleh seseorang yang akan menjalani profesi dokter secara resmi.

Dalam sumpah itu, jelas bahwa seorang dokter membaktikan hidupnya guna kepentingan perikemanusiaan; mengutamakan kesehatan penderita; dan tidak terpengaruh pertimbangan keagamaan, politik kepartaian, dan kedudukan sosial.

Sejatinya, dari sumpah itu seorang dokter memang tidak memandang pasiennya berasal dari kalangan kaya atau miskin. Dengan menjunjung tinggi kemanusiaan, kesehatan penderita adalah hal utama.

Tetapi, sumpah tinggal lah sumpah. Dalam praktiknya, atas nama uang, kesehatan penderita dan kedudukan sosial, acap dikesampingkan.

Debora Simanjorang (4 bulan) meninggal dunia di RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat, hanya karena orangtuanya tak mampu memenuhi uang muka (DP) yang dipatok rumah sakit swasta tersebut sebesar Rp19.800.000.

Rudiantoro Simanjorang dan Henny Silalahi, orang tua Debora, hanyalah pegawai rendahan yang hanya mampu menyediakan uang muka sebesar Rp5 juta agar Debora bisa masuk ruang PICU. Itu pun sudah ditambah Rp2 juta atas bantuan kerabat.

Tetapi pihak rumah sakit tetap menolak, meski Rudiantoro dan Henny sudah menyediakan uang Rp7 juta. Masih kurang Rp4 juta dari angka minimal Rp11 juta yang diminta pihak rumah sakit. Bayi Debora bisa masuk ruang PICU apabila orang tua menyediakan uang minimal Rp11 juta dari uang DP Rp19,8 juta yang seharusnya dibayar.

Rudiantoro dan Henny menjadi peserta BPJS. Tetapi RS Mitra Keluarga Kalideres tidak memiliki kerja sama dengan BPJS. Rudiantoro sempat akan membawa buah hatinya ke dua rumah sakit terdekat. Tetapi ruang PICU di kedua rumah sakit tersebut, penuh.

(Baca: Bayi Baru Lahir Pun Punya Utang Rp13 Juta)

Alhasil, bayi Debora yang dilarikan ke RS Mitra Keluarga dengan keluhan awal batuk, tetap berada di ruang IGD. Di saat orang tuanya pontang-panting mencari pinjaman uang dan alternatif rumah sakit lain, kondisi bayi Debora terus memburuk.

Selama berada di IGD, bayi Deborah menjalani serangkaian tes laboratorium dengan total biaya Rp2 juta. Toh, tindakan itu tak mampu menyelamatkan nyawanya. Enam jam setelah berada di IGD, bayi Debora yang merupakan anak kelima pasangan Rudiantoro-Henny, mengembuskan napas terakhir.

Henny sempat bertanya kepada dokter dan suster yang bertugas, “sebenarnya anak saya meninggal karena apa, penyakitnya apa?” Sebuah pertanyaan yang sangat logis dan wajar dilontarkan.

Sebagaimana diungkap Henny dalam tayangan sebuah tv swasta pada Minggu (10/9/2017) siang, suster hanya menjawab, “peralatan yang lengkap ada di ruang PICU.

Ibu mana yang tidak terpukul? Orang tua mana yang tidak bersedih dan marah atas insiden tersebut?

Rudiantoro dan Henny lalu membopong jasad bayinya menggunakan sepeda motor. Mereka menolak menggunakan jasa layanan ambulans yang disediakan rumah sakit karena harus mengeluarkan sejumlah biaya lagi untuk itu.

Debora kini telah tiada. Dalam diam dan sunyi, bayi Debora menggugat: di mana rasa kemanusiaan dokter dan rumah sakit? (hasanuddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Status Siaga, Lereng Gunung Agung Terbakar

Denpasar, Tengokberita.com – Lereng Gunung Agung Terbakar. Namun, kebakaran itu menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ...

Bayi Debora Menggugat Rasa Kemanusiaan Dokter dan Rumah Sakit

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 2 min
0