Benarkah Media Sosial Lebih Independen?

12

Jakarta, Tengokberita.com-Arus globalisasi membawa sejumlah perubahan di berbagai bidang termasuk media, baik cetak maupun ekektronik. Perubahan terjadi mulai dari lingkup berita yang disajikan, audience, hingga berita-berita yang disajikan lebih kompleks, lebih mendunia yang muncul dalam berbagai format.

Sementara di sisi lain, masyarakat menjadi lebih global, punya banyak pilihan dan bisa berinteraksi langsung dengan mereka dalam hitungan menit.

Media sosial, apakah itu facebook, twitter, instagram dan lain-lain memberikan ruang kepada penggunanya untuk bisa berinteraksi dua arah dalam waktu yang relatif cepat dalam format sangat interaktif. Ini berbeda dengan media lama, apalagi cetak. Interaksi dilakukan lewat surat pembaca yang membutuhkan waktu dalam hitungan hari. Bahkan, perlu berhari-hari karena harus antre dan ruangannya terbatas.

Tapi, bahasan kali ini, bukan soal itu. Tapi, soal seberapa jauh tingkat independen media sosial itu dibandingkan media mainstream.

Ada yang menilai bahwa media sosial lebih independen karena kepemilikan media sosial lebih bersifat individu, tidak seperti media mainstream yang kadangkala dikendalikan oleh sebuah korporasi besar. Sehingga informasi yang keluar juga banyak dipengaruhi oleh kepentingan dan kebijakan korporasi tersebut.

Tetapi, argumen ini tak sepenuhnya benar. Media sosial menjadi berpihak ketika indivividu-individu bersatu membangun komunitas tertentu. Contoh paling gamblang adalah
kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.
Relawan Ahok-Djarot,Teman Ahok, Ahoker berhadapan vis-a-vis dengan Relawan Anies-Sandi lewat penggunaan media sosial adalah bukti bahwa media sosial itu memiliki keberpihakan yang sama dengan media mainstream.

Bila media mainstream dikendalikan oleh para pemilik modalnya, maka media sosial dikendalikan para pemangku kepentingan. Esensinya sama-sama memiliki nilai keberpihakan. Media sosial menjadi senjata politik yang ampuh khususnya saat memobilisasi dan mempengaruhi kebijakan publik tertentu.

Kehadiran media sosial memang jadi media alternatif yang tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi dari berbagai sumber terdapat 88 juta warga atau 34 persen dari jumlah populasi di Indonesia, adalah pengguna internet aktif dan 79 jutanya pengguna aktif media sosial. Besarnya jumlah pengguna medsos akan menjadi media yang dahsyat  untuk menjadi senjata politik siapapun yang mampu memanfaatkan media sosial tersebut dengan benar.(rot)

Bagaimana menurut pembaca?