Home » News » Mancanegara » Biksu Wirathu, Sosok di Belakang Gerakan Anti-Islam di Myanmar

Biksu Wirathu, Sosok di Belakang Gerakan Anti-Islam di Myanmar

Jakarta, Tengokberita.com– Tragedi pembantaian dan pengusiran etnis Rohingya dari Myanmar tak bisa dilepaskan dari sosok yang satu ini. Dia adalah Ashin Wirathu, Biksu Buddha yang disebut-sebut berada di belakang geraka anti Islam di Myanmar termasuk pengusiran dan penyerangan etnis rohingya.

Nama Ashin kembali mengemuka menyusul eskalasi konflik di Rakhine State, Myanmar dalam sepekan terakhir.

Ashin Wirathu adalah pimpinan kelompok kontroversial 969. Dia pernah dipenjara karena dianggap memicu permusuhan keagamaan. Kelompok 969 inilah yang menolak perluasan Islam di Myanmar.

Majalah TIME mengatakan Ashin sebagai ‘The Face of Buddhist Terror. Majalah TIME memasukkan sebagai tokoh paling kontroversial. Dalam majalah TIME, dibeberkan bagaimana biksu militan yang dipimpin Wirathu mendalangi aksi kejahatan anti-Islam di Asia.

Di balik jubah biksunya, dia tergolong provokator yang benci pada kaum muslim dan mulai khawatir atas perkembangan agama Islam di tanah Myanmar.

Kelompok 969 ini rajin menyebar rumor soal biadabnya kaum muslimin. Tuduhan-tuduhan yang menyesatkan itu, Wirathu dilabeli banyak media sebagai ‘Buddhist Bin Laden’.
Ashin juga yang menganggap umat Muslim di Myanmar sebagai ancaman serius bagi kaum Buddha. Dilansir dari The Economist, Ashin Wirathu mengatakan berabad-abad silam, Indonesia merupakan negara Hindu dan Buddha, sebelum jatuh ke tangan Islam. Ashin Wirathu juga menilai Filipina sedang bertarung melawan jihadis dan selanjutnya adalah Myanmar.

Biksu ini juga terlibat di gerakan nasionalis anti-Muslim 969. Kelompok Skuad 969 dibentuk untuk melancarkan serangan-serangan pada kaum muslim, termasuk benda-benda kepemilikan mereka. Puluhan masjid dibakar dan sudah menjadi puing di tangan SKUAD 969.

Skuad 969 ini mengacu pada sembilan atribut Buddha, enam ajaran dasar, dan sembilan perintah monastik berkaitan dengan nilai spiritual untuk mencapai nirwana.

Salah satu tugas mereka adalah menghancurkan kekuatan asing yang ingin membinasakan Buddhisme dan kekuatan asing itu dalam anggapab mereka adalah Islam.
Kelompok ini bergerak progresif menyerukan warga Buddha agar melakukan jual beli sesama saudara seiman.
Mereka juga menandai setiap toko milik umat Buddha dengan stiker. Dalihnya melindungi budaya dan identitas Burma yang identik dengan Buddha.

Ashin, adalah salah satu penggagas Ma Ba Tha, organisasi ekstrimis Buddha Myanmar bentukan dari gerakan 969

Misinya: membela Buddhisme Theravada di Burma. Ma Ba Tha telah terbentuk sebagai tanggapan atas larangan Komite Sangha Maha Nayaka dari lambang ‘969’ untuk kepentingan politik. Organisasi ini dipimpin sebuah komite pusat yang terdiri dari 52 anggota, termasuk biarawan, sarjana senior dan biksu nasionalis. Ashin Wirathu adalah anggota Ma Ba Tha yang menonjol dan digambarkan sebagai ‘pemimpin kelompok paling ekstrem’ di kelompok tersebut.

Biksu Ashin termasuk yang  bersuka cita ketika mendengar kabar dibunuhnya seorang pengacara dan aktivis muslim, Ko Ni yang lantang membantu etnis Rohingya. Dia ditembak mati di Bandar Udara Internasional Yangon saat pulang menghadiri workshop di Indonesia. Kesedihan menimpa sejumlah pemuka agama Buddha di Myanmar pada pemakaman Ko Ni. Namun, tidak dengan Wiranthu. Dia gembira mendengar kematian Ko Ni akibat dibunuh.

Dikutip dari The Irrawady.com, Ashin Wirathu berterima kasih kepada sang pembunuh, namun bersimpati kepada keluarga Ko Ni.
Ucapan tersebut dilontarkan Wirathu melalui akun jejaring sosial Facebook miliknya.
Ashin Wirathu juga mengancam siapa saja yang menentang draft tentang Protection of Religion and Race, seperti Ko Ni. Gara-gara ini, Ashin Wirathu dijatuhi sanksi 1 tahun dan dilarang ceramah di muka umum oleh pemerintah Myanmar.(thc/dtc/rot)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Deplu Australia Keluarkan ‘Travel Warning’ Terkait Gunung Agung

Melbourne, Tengokberita.com– Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengeluarkan ‘travel warning’ terhadap warga Australia yang ...

Biksu Wirathu, Sosok di Belakang Gerakan Anti-Islam di Myanmar

Tengok Berita redaksi Berita Hari ini: 2 min
0