Home » News » Kasus » Cara Polisi Tangkap dan Telanjangi Gay Jadi Sorotan
gay, lgbt, lsm, polisi

Cara Polisi Tangkap dan Telanjangi Gay Jadi Sorotan

Jakarta, Tengokberita.com – Upaya polisi menggrebek, menangkap dan kemudian menggiring ratusan gay yang sedang melakukan pesta seks di tempat bernama Altantis Jaya, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara mendapat kritik dari Koalisi Advokasi untuk Tindak Kekerasan terhadap Kelompok Minoritas Identitas dan Seksual.

Menurut mereka Polisi dinilai melakukan tindakan sewenang-wenang dalam penggerebekan tersebut.

Koalisi ini terdiri dari LBH Jakarta, LBH Masyarakat, LBH Pers, ICJR, Yayasan Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan Arus Pelangi. Isnur dari YLBHI menjelaskan bahwa Korban digerebek, ditangkap dan digiring menuju Polres Jakarta Utara dengan ditelanjangi dan dimasukkan ke dalam bus angkutan kota. “Sesampai di kepolisian, sejumlah korban digiring untuk diperiksa dan dilakukan penyelidikan,” kata Isnur dalam keterangan kepada wartawan, Senin (22/5/2017).

Isnur mengatakan orang-orang yang digerebek itu ditelanjangi dan dikonsentrasikan menjadi dua kelompok terpisah antara pengunjung dan staf. Mereka dibawa berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain tanpa berpakaian.

Meski telah didampingi oleh kuasa hukum dari koalisi advokasi untuk tindak kekerasan terhadap kelompok minoritas, para korban tetap diperlakukan secara sewenang-wenang oleh kepolisian setempat dengan memotret para korban dalam kondisi tidak berbusana dan menyebarkan foto tersebut,” paparnya.

(Baca: Tersangka Pesta Seks Gay Dari Mahasiswa Hingga Editor Video)

Kata Isnur, tindakan polisi tersebut adalah tindakan sewenang-wenang dan menurunkan derajat kemanusiaan para korban.

Koalisi menganggap penangkapan ini sebagai preseden buruk bagi kelompok minoritas gender dan seksual lainnya. Isnur menyebut penangkapan di ranah paling privat ini bisa menjadi acuan untuk tindakan kekerasan lain yang bersifat publik.

Karenanya Koalisi Advokasi untuk Tindak Kekerasan terhadap Kelompok Minoritas Gender & Seksual mengecam tindakan sewenang-wenang itu. Koalisi juga memberikan 3 tuntutan bagi kepolisian, yaitu:

1. Tidak menyebarkan data pribadi korban, karena ini adalah bentuk ancaman kemanan bagi korban dan pelanggaran hak privasi setiap warga Negara
2. Tidak menyebarluaskan foto dan atau informasi lain yang dapat menurunkan derajat kemanusiaan korban
3. Memberikan hak praduga tak bersalah bagi korban dan bila korban dinyatakan tidak bersalah untuk segera dibebaskan dan dipulihkan nama baiknya. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Buntut Insiden Bendera Terbalik, Hacker Retas Website Malaysia

Jakarta, Tengokberita.com-Kasus bendera Indonesia terbalik pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur Malaysia kali ini Berbuntut ...

Cara Polisi Tangkap dan Telanjangi Gay Jadi Sorotan

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 1 min
0