Civil Action dan The Runner, Film Penegakan Hukum Lingkungan

1766

Hiburan, Tengokberita.com – Tumpukan sampah, penggundulan hutan, menipisnya lapisan ozon, kabut asap, polusi udara, pemanasan global, tumpahan minyak di laut, punahnya spesies tertentu merupakan beberapa contoh masalah-masalah lingkungan hidup. Dalam kaca mata hukum, masalah-masalah lingkungan tersebut dikelompokkan dalam dua bentuk, yaitu pencemaran lingkungan dan perusakan lingkungan hidup.

Pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Sedangkan perusakan lingkungan hidup adalah tindakan orang yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia, dan/atau hayati lingkungan hidup sehingga melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

(baca: Pertanggungjawaban Pertamina Sebagai Wujud Tujuan Negara; Telaah Kasus Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan)

Perbuatan mencemari dan menimbulkan kerusakan pada lingkungan hidup merupakan kegiatan yang secara langsung atau tidak langsung dapat membahayakan, karena dapat menimbulkan perubahan dan penurunan kualitas lingkungan hidup. Dampak negatif dari menurunnya kualitas hidup adalah timbulnya ancaman terhadap kesehatan, kerugian ekonomi, menurunnya nilai estetika dan terganggunya sistem alami.

Oleh karena itu, untuk melindunginya maka diperlukan penegakan hukum. Penegakan hukum di bidang lingkungan hidup ternyata bukan masalah yang mudah apalagi yang terkait dengan pihak-pihak perusahaan raksasa dan kebijakan politik dan itu bukan saja menjadi masalah di Indonesia tetapi juga masalah dunia.

Bagi aktivis lingkungan hidup, paralegal LBH dan pengacara publik setidaknya ada dua film produksi Hollywood yang cukup populer diputar pada saat pelatihan-pelatihan hukum. Kedua film tersebut “Civil Action” (produksi tahun 1988) dan “The Runner’ (2015). Film Civil Action yang dibintangi John Travolta didasari atas kisah nyata.

“Civil Action” mengisahkan tentang pertarungan argumen dua pengacara hebat untuk memenangkan kasus yang dipercayakan kepada mereka. Kisah diawali dengan seorang pengacara sukses bernama Jan Schlichtman (John Travolta) yang telah memiliki karir yang gemilang. Namun ternyata Jan terkenal bukan sebagai seorang pengacara idealis. Karena Jan selalu menempatkan kepentingan dirinya sendiri d iatas segalanya. Di mana kepentingan finansial akan selalu ia tempatkan di nomor satu dalam tiap urusan pekerjaannya.

Jan tidak pernah tertarik menangani kasus dengan bayaran murah apalagi hanya dengan mengatasnamakan moral semata. Karena baginya bayaran yang tinggi adalah bentuk timbal balik yang harus ia dapatkan tiap kali menyelesaikan tugas yang ia emban sebagai seorang pengacara.

Hingga kemudian Jan menerima tawaran untuk mengungkap keadilan atas kematian anak-anak yang diduga akibat pencemaran air yang dilakukan oleh sebuah pabrik besar. Ada delapan keluarga yang meminta bantuan dari Jan untuk menuntut perusahaan yang telah membuat anak-anak mereka meninggal dunia.

“The Runner” merupakan film drama Hollywood yang skenarionya ditulis dan disutradarai oleh Austin Stark. Film ini dibintangi oleh aktor papan atas Hollywood seperti Nicolas Cage, Connie Nielsen, Peter Fonda, Sarah Paulson dan Wendell Pierce. “The Runner” menceritakan tentang seorang politikus tampan bernama Colin Price (Nicholas Cage), yang sangat disegani dan dihormati masyarakat.

Akan tetapi Colin mempunyai kebiasaan yang sangat buruk yaitu suka selingkuh dengan cewek ABG, mulai dari situlah kalangan politisi kurang percaya dengannya. Suatu hari di pangkalan pengeboran minyak milik British Petroleum meledak dan tumpah ke sebuah lautan, dan mengakibatkan dia jatuh dalam banyak sekali skandal dan korupsi. dan memaksa politisi harus menyelesaikan masalah tersebut.

Bagi yang tertarik dengan isu-isu lingkungan hidup, kedua film tersebut dapat membuka setidaknya cakrawala kita tentang penegakan hukum di sektor lingkungan hidup; “Bahwa mewujudkan keadilan tidak mudah tapi kita tetap harus memperjuangkannya.” (jar)

Bagaimana menurut pembaca?