Di Tengah Persaingan Ketat, MBCIRC Tetap Kedepankan Kekeluargaan

89

Bogor, Tengokberita.com – Persaingan tak harus disertai dengan sikap saling bermusuhan. Persaingan dalam dunia olahraga hanya terjadi di lapangan atau lintasan jika jenisnya balap.

Hal ini lah yang dijunjung tinggi komunitas Mercedez-Benz Club Indonesia (MBCI). Ketika sedang terlibat balapan di lintasan, persaingan di antara mereka begitu ketat. Namun usai pertandingan, suasana kembali mencair.

Menjelang Start MBCIRC di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Di lintasan balap Sentul, Mercedez-Benz Indonesia Race Championship (MBCIRC) merupakan salah satu kelas bergengsi yang dipertandingkan dalam gelaran Indonesian Sentul Series Of Motorsport (ISSOM) 2017.

Balapan komunitas yang memiliki jumlah starter terbanyak ini bahkan pernah menolak peserta karena kuota starter yang dizinkan pihak Sentul Circuit tidak boleh melebihi dari 40 mobil. MBCIRC sejauh ini banyak diikuti pebalap dari klub-klub di Indonesia dari berbagai daerah di luar Jakarta seperti Banten, Bandung, Bandar Lampung, dan Surabaya di bawah naungan induk organisasi MBCI.

Peserta MBCIRC foto bersama usai balap di lintasan Sentul. Keakraban lebih mengemuka di tengah ketatnya persaingan lomba di lintas balapan.

Iswachyudi Abdurahman selaku promotor MBCIRC mengatakan dengan menghadirkan suasana keakraban dan kekeluargaan diharapkan dapat menyatukan pebalap di luar arena lintasan, sehingga dapat meredam ketegangan dan mencairkan suasana setelah balapan karena olahraga yang satu ini merupakan kegiatan yang cukup keras dan penuh persaingan.

ISWAHYUDI ABDURAHMAN, promotor MBCIRC

Di MBCIRC sendiri ada pembagian beberapa kategori kelas yang nama-nama kelasnya diambil dari tipe dan variant keluaran Mercedes-Benz. Adapun kategori yang dipertandingkan tergantung tipe, kapasitas mesin, sistem pengapian serta kategori kelas yang menampung peserta yang sudah memodiifikasi mesin yaitu kelas Avangarde yang merupakan kelas kategori tertinggi atau yang biasa dikenal dengan kelas Free For All (FFA).

Adapun regulasi yang dijalankan di MBCIRC mengacu pada regulasi dan Peraturan Balap Roda empat yang dikeluarkan oleh PP IMI yang menitikberatkan pada faktor keamanan dan keselamatan.

Berawal dari keikutsertaan mobil-mobil bermerk Mercedes-Benz di balapan mobil-mobil klasik yaitu Indonesia Classic Race pada ISSOM tahun 2010 yang kemudian pesertanya semakin bertambah tiap serinya, hingga akhirnya Mercedes-Benz Club Indonesia (MBCI) dengan Iswachyudi sebagai promotor memberanikan diri untuk membuat kelas balapan sendiri khusus Mercedes-Benz yang saat itu mendapat dukungan resmi dari ATPM Mercedes-Benz Indonesia. Dan akhirnya pada ISSOM Seri 1 tanggal 17 April 2011 jadilah MBCI memiliki balapan sendiri dengan nama pertamanya saat itu Mercedes-Benz Cup Ina 2011, yang kemudian berganti nama menjadi Mercedes-Benz Club Indonesia Race Championship (MBCIRC) hingga sekarang.

Iswachyudi pun berharap MBCIRC dapat terus meramaikan ISSOM agar suatu saat dapat menyumbangkan atlet-atlet balap mobil yang berprestasi di tingkat yang lebih tinggi demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. (pink)

Bagaimana menurut pembaca?