Diberitakan Dominasi Produk Ikan Makarel Bercacing, Ini Klarifikasi Maya Food Industries

39

Ekonomi, Tengokberita.com – Pihak PT Maya Food Industries (MFI) selaku produsen ikan makarel kemasan kaleng tak membantah jika produknya dinyatakan positif terpapar cacing sebagaimana pengumuman BPOM RI.

Hanya saja, sebagaimana ditegaskan Jones B Simbolon sekalu Manajer HRD PT MFI, produk MFI yang dinyatakan terpapar cacing oleh BPOM bukan empat produk sebagaimana diberitakan.

Produk MFI hanya Botan dan Ranesa. Sementara Maya dan King’s Fisher bukan produk MFI sebagaimana diberitakan,” kata Jones B Simbolon kepada Tengokberita.com, Jumat (6/4/2018) malam.

(baca: Maya Food Industries Dominasi Ikan Kaleng Makarel Bercacing)

Produk ikan kemasan kaleng dengan merek Maya dan King’s Fisher, katanya, diproduksi oleh perusahaan yang bukan merupakan grup MFI meski sama-sama ada kata Maya.

Produk ikan kaleng makarel merek Maya diproduksi oleh PT Maya Muncar di Banyuwangi, sedangkan produk ikan kaleng makarel merek King’s Fisher diproduksi oleh PT Bali Maya Permai Food Canning Industry di Jakarta. Sedangkan Maya Food Industries sendiri berlokasi di Pekalongan, Jawa Tengah,” Jones menjelaskan.

Menurut Jones, ada empat batch produk MFI yang dinyatakan positif terpapar cacing oleh BPOM RI. Yaitu dua batch merek Botan rasa saus tomat dan dua batch merek Ranesa dengan rasa saus tomat dan cabai.

Jones mengakui jika kasus ini menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi pihak perusahaan. “Pastinya, kami menghentikan operasional sekarang ini sampai menunggu pengumuman lebih lanjut dari pemerintah. Kasus ini kami jadikan pelajaran,” kata Jones.

Pihaknya belum bisa menghitung kerugian yang diderita. “Sejak kami menerima surat dari BPOM pada 29 Maret 2018, pada 2 April 2018 kami mengeluarkan surat penarikan kepada seluruh distributor. Kini sedang dalam tahap penarikan dan pengumpulan, memakan waktu sekitar satu minggu,” Jones menambahkan. (has)

Bagaimana menurut pembaca?