Dituduh Melakukan Ini Mantan Presiden Iran Ditangkap

Tehran, Tengokberita.com– Pemerintah Iran dilaporkan telah menangkap mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad di Kota Shiraz. Lelaki berusia 61 tahun dan berkuasa pada 2005 hingga 2013 itu ditangkap atas dugaan menghasut kerusuhan dan demonstrasi besar-besaran yang tengah berlangsung di negara itu sejak dua pekan terakhir.

Dilansir dari Al-Quds Al-Arabi yang berbasis di London Ahmadinejad ditangkap karena pernyataannya pada sebuah demonstrasi 28 Desember 2017 lalu di kota Bushehr, Iran barat.

Ahmadinejad yang menjadi tahanan rumah dengan persetujuan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei itu mengritik rezim pemerintahan saat ini dan Presiden Hassan Rouhan. Namun otoritas yang berwenang di Iran sedang berusaha mendapatkan persetujuan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei guna menjadikan Ahmadinejad tahanan resmi.

Dugaan penghasutan muncul setelah Ahmadinejad melontarkan pernyataan yang menyebut bahwa Iran salah kelola dalam kunjungannya ke Bushehr pada akhir Desember lalu, saat aksi protes anti-pemerintah tengah memanas. Dia dikabarkan turut menyebut bahwa presiden saat ini, Hassan Rouhani, merasa sebagai pemilik Tanah Air Iran, yang menganggap masyarakat tidak tahu apa-apa.

“Beberapa pemimpin saat ini hidup jauh dari masalah-masalah yang terjadi di masyarakat dan tidak memperhatikan mereka. Bahkan di antara mereka tidak tahu apa-apa tentang realita yang terjadi dalam masyarakat,” tulis Al Quds Al-Arabi mengutip Ahmadinejad.

Salah satu pemimpin sistem peradilan Iran, Amole Larijani, menuduh Ahmadinejad menghasut warga untuk menentang pemerintah, Hal serupa juga diungkapkan ulama Syiah terkemuka sekaligus politikus Mehdi Karroubi dan eks perdana menteri Mir-Hossein Mousav.

Sementara itu, berdasarkan data pemerintah Iran, ketidakpuasan masyarakat menyebar ke seluruh negeri dan menyebabkan kematian sedikitnya 22 orang dan penangkapan ribuan orang. Namun, pihak lawan pemerintah mengatakan korban tewas mendekati angka 50.

Protes itu merupakan yang terbesar di Iran sejak 2009 silam, ketika banyak orang menentang terpilihnya kembali Ahmadinejad, karena meyakini adanya perbuatan curang. Khamenei menggunakan Garda Revolusi dan pasukan keamanan lainnya untuk menghentikan pemberontakan tersebut dengan cara-cara yang brutal dan represif. (rot)

Bagaimana menurut pembaca?