Eksepsi Ditolak, Setya Novanto: Saya Ucapkan Terima Kasih

Jakarta, Tengokberita.com- Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto menerima putusan sela majelis hakim yang menolak seluruh keberatan atau eksepsinya. Atas penolakan ini, Setya Novanto berterima kasih dan berjanji akan mengikuti persidangan selanjutnya.

“Saya ucapkan terimakasih dan saya akan mengikuti jalannya persidangan. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih,” kata Setya Novanto di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (4/1/2017)

Majelis hakim yang diketuai oleh Yanto mengatakan bahwa setelah mempertimbangkan seluruh eksepsi yang telah disampaikan oleh tim kuasa hukum, maka eksepsi tidak dapat diterima.

“Menyatakan keberatan eksepsi penasihat hukum terdakwa Setya Novanto tidak dapat diterima. Dan menyatakan surat dakwaan penuntut umum telah memenuhi syarat formil dan materil,” ungkap Hakim Yanto.

(baca:Usai Diperiksa KPK, Anak Sulung Setnov Hanya Bisa Tertunduk)

Dengan ditolaknya eksepsi yang diajukan oleh kuasa hukum, maka otomatis jalannya sidang kasus korupsi KTP-E atas terdakwa Setya Novanto dilanjutkan kembali. Sehingga dengan dikeluarkannya putusan sela ini maka Majelis Hakim memerintahkan Penuntut Umum untuk melanjutkan perkara tersebut.

Majelis hakim berpendapat surat dakwaan Penuntut Umum telah memenuhi ketentuan pasal 143 ayat 2 huruf a dan b sehingga dakwaan sah menurut hukum dan dapat diterima sebagai dasar pemeriksaan perkara ini,” kata Yanto.

Diakhir persidangan dengan agenda pembacaan putusan sela, Jaksa Penuntut Umum Irene Putri mengatakan bahwa terdakwa telah diperiksa di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) sebagaimana permohonan tim kuasa hukum. Irene menjelaskan bahwa Setnov diperiksa oleh 3 orang dokter RSPAD dan dinyatakan sehat.

Untuk pemeriksaan terdakwa kami telah melakukan pemeriksaan di RSPAD, dan kemudian 3 orang doker yang melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa sudah mengeluarkan surat keterangan kondisi kesehatan terdakwa. Ketiga dokter menerangkan bahwa terdakwa dinyatakan mampu melaksanakan aktivitas sehari hari dan artinya ini akan kami terapkan,” kata Irene.

Dengan telah dikeluarkan putusan sela yang menyatakan bahwa kasus itu terus berlanjut, maka Hakim Yanto menerangkan sidang korupsi KTP-E atas terdakwa Setya Novanto akan berlanjut pada Kamis (11/1/2018) mendatang. Pada sidang nanti akan dihadirkan saksi-saksi atas Jaksa Penuntut Umum dan Kuasa Hukum dengan kesempatan yang sama. Sidang akan berlangsung hari Senin dan Kamis setiap minggunya, kecuali minggu depan yang hanya akan dilaksanakan hari Kamis. (rot)