English on the Road, Pelajaran Bhs Inggris Ala Para Pengemudi Ojol

126

Jakarta, Tengokberita.com – Ojek online (Ojol) kini semakin diminati masyarakat. Selain cepat sampai tempat tujuan, juga karena tarifnya yang murah.

Tak heran jika kehadirannya langsung mendapat tempat di masyarakat, meski mendapat pertentangan hebat dari angkutan konvensional seperti ojek pangkalan dan angkutan umum.

Kualitas layanan yang bagus ditambah tarifnya yang murah, ojol kini menjadi salah satu alternatif angkutan yang paling diminati masyarakat. Tak terkecuali para ekpatriat yang tengah bekerja di Indonesia.

Guna mengantisipasi kendala bahasa di lapangan, para pengemudi Ojol kini mulai membekali diri dengan kemampuan bahasa Inggris dengan cara belajar secara privat kepada sejumlah anak muda, pekerja paruh waktu di sebuah perusahaan di Jakarta.

Namun, berbeda dengan kursus pribadi lainnya, arena belajar para pengemudi ojol ini berada di ruangan terbuka. Tepatnya di Taman Mataram yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tanti Dwi, penggagas pembelajaran bahasa Inggris bagi para pengemudi ojol, menyebutnya English of the Road. Menurut Tanti, pelajaran bahasa Inggris kepada para pengemudi ojol diberikan setiap hari Sabtu, pukul 15.00 – 17.00 WIB.

Taman Mataram digunakan oleh Tanti dan beberapa teman volunteer lainnya berawal dari bantuan Dinas Kehutanan yang mengizinkan untuk menggunakan taman tersebut dipergunakan untuk kegiatan rutin, sebab tidak semua taman diperbolehkan.

Saat ditemui Tengokberita.com, Tanti dan kawan-kawan, tengah memberikan pelajaran bahasa Inggris kepada beberapa pengemudi ojol di Taman Mataram, Sabtu (13/1/2018). Tak ada bangku atau apapun yang biasa ditemui di proses belajar mengajar.

Hanya ada sebuah papan tulis (white board) berukuran kecil yang disandarkan pada sebuah bangku taman. Baik pengajar maupun peserta kursus, duduk beralaskan konblok taman. Kendati ala kadarnya, toh baik pengajar maupun peserta, begitu serius terlibat dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris ala English of the Road.

Tanti mengisahkan, English of the Road tercipta bermula ketika ada permintaan dari seorang pengemudi ojol.

Awal-awalnya itu permintaan dari anak grab hitch biasa ngehitch sama dia kan kalo lagi dari kantor terus dia nanya kalau minta diajarin bahasa Inggris berapa tapi jangan mahal-mahal karena masih kuliah. Kan saya jadi gak enak, saya pikir kalau begitu kita buka aja kelas bahasa Inggris buat semuanya tanpa membedakan brand seperti gojek, grab, uber,” ujar Tanti di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018).

Alhasil, English on the Road mulai rutin dilakukan sejak 2 Desember 2017/. Awalnya hanya dihadiri oleh lima peserta akibat minimnya penyebaran informasi. Namun Tanti mencoba menyiasati hal tersebut dengan memanfaatkan akun media sosial yang ada. Gerakan sosial ini juga tidak dipungut biaya apapun karena tujuannya yang bersifat sosial.

Akhirnya aku bikin flyer digital minta tolong ke dramaojol, gojek24jam, pokoknya instagram-instagram gojek supaya disebarin infonya terus mereka bener-bener langsung nolongin. Dari situ langsung banyak banget yang datang minggu kedua sekitar 20 orang,” kata dia.

Tanti Dwi, Janahtan, Tania, Danita, Mirna, Renat, Tari, Adinda, Dwi, Dewi, Aaron, Decky, Dita dan Kiki kini menjadi tutor untuk para pengemudi ojol untuk mempelajari bahasa universal tersebut. Semua pengajar ini berharap agar para driver ojol yang ikut bergabung dapat merasakan manfaatnya dan bisa dipraktikkan secara langsung dalam kehidupannya sehari-hari dalam menjalani pekerjaannya.

Metode belajarnya karena visi misinya supaya mereka bisa langsung praktik, jadi sekarang sudah review. Kemarin-kemarin kita pakai conversation banyak banget disesuaikan sama mereka, supaya mereka terbiasa aja dulu ngomong pakai bahasa Inggris,” ungkap karyawan swasta tersebut.

Meskipun diharapkan agar peserta yang hadir dapat lebih banyak, namun Tanti menjelaskan bahwa sejauh ini sudah ada peningkatan dalam segi pengucapan kata bahasa Inggris (pronunciation). Driver ojol yang ikut English on the Road ada yang memang menjadi pengemudi ojek sebagai pekerjaannya, ada juga mahasiswa yang mencari tambahan sebagai pengemudi ojol.

Meski demikian, usaha yang dilakukan Tanti sejauh ini walaupun minat para peserta sudah cukup tinggi, tetap memiliki kendala. Dan kendala terbesar adalah tempat yang berada di luar ruangan sehingga tidak bisa dilakukan apabila keadaan hujan. Tanti mengatakan bahwa pernah mengalami hujan saat belajar sehingga pertemuan itu harus di hentikan.

Kita pengennya sih ada tempat di dekat-dekat sini lah yang bisa kita pakai, in case hujan. Karena sebenarnya di sini banyak untungnya karena lahan terbuka banyak juga gojek yang lihat jadi mereka gampang join,” pungkasnya. (nug)

Bagaimana menurut pembaca?