Ferry: JSTC Makin Diminati

Sentul, Tengokberita.com – Memasuki seri 4, Japan Super Touring Car (JSTC) yang merupakan ajang lomba khusus mobil-mobil Jepang pada ajang Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2017, semakin diminati dan berkualitas.

Meski baru berjalan beberapa bulan, jumlah peserta JSTC terus bertambah. Tak hanya itu, pertandingan juga semakin berkualitas dengan pencapaian waktu balapan yang meningkat.

Demikian dikatakan Ferry Yanto Hongkiriwang selaku founder sekaligus promotor JSTC saat ditemui tengokberita.com di arena sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/9/2017).

Pada seri kali ini, jumlah peserta bertambah tiga orang, dari 13 orang di seri sebelumnya menjadi 16 orang,” kata Ferry.

JSTC merupakan kelas baru yang dipertandingkan pada ajang ISSOM. Pertama kali dipertandingkan pada akhir Maret 2017 silam.

JSTC mengkhususkan diri pada mobil Jepang dari berbagai merek dengan batasan perakitan mobil tahun 1986-2017. Ada 3 kelas yang diperlombakan dalam JSTC yaitu Kelas 1 yang terbagi dalam dua yaitu 1A (1600 cc) dan 1B (1691 cc – 2000 cc), kelas 2 Force Induction (2A 1600 cc Fl dan 2B 1691-2000 cc Fl), dan Kelas 3 Force Induction (2100 cc Fl ke atas).

(Baca: JSTC Kembali Gebrak Sentul)

Mobil yang ikut serta berasal dari berbagai merek dan varian di antaranya Honda Brio, Mitsubishi Evolution 3GSR, Honda Estillo EG6, Honda Integra DC2, Honda Integra DC5, Honda Wonder SB3, Honda Nouva EF9, Honda Jazz, Honda Genio, Suzuki Swift, hingga Mazda Rx8 ikut berpartisipasi di kejuaraan ini.

Ada alasan tersendiri bagi Ferry mengapa dirinya menggelar JSTC di ajang ISSOM. Mobil Jepang, katanya, merupakan kendaraan roda empat yang mendominasi jalanan di Indonesia.

Ya selain saya sendiri memang hobi balap, mobil Jepang merupakan kendaraan mayoritas bagi masyarakat Indonesia. Daripada kebut-kebutan di jalanan, kenapa gak disalurkan saja lewat balapan resmi di sirkuit Sentul,” Ferry menambahkan.

Meski terbilang baru, toh gaung JSTC sudah mulai menggema. Ini ditandai dengan semakin bertambahnya peserta yang berasal dari luar Jakarta. “Selain Jakarta, peserta kini ada dari Surabaya, Yogyakarta, dan Menado,” kata Ferry.

Ferry berharap, di tahun mendatang bisa lebih banyak menyelenggarakan seri balap JSTC di sirkuit dalam kota. Tujuannya agar bisa mengenalkan seri balap JSTC kepada para pecinta otomotif dan ikut serta untuk kemajuan otomotif, balap touring khususnya di Indonesia. “Harapan saya nggak muluk-muluk. Tahun depan bisa diikuti 25 peserta.” (has)

Bagaimana menurut pembaca?