Foto Petugas Coklit Duduk di Luar Pagar Jadi Viral

172

Jakarta, Tengokberita.com – Gerakan pencocokan dan penelitian (coklit) yang diluncurkan KPU terkait Pilkada serentak 2018 yang digelar serentak selama satu bulan sejak 5 Januari 2018, sudah berakhir. Gerakan Coklit yang bertujuan pemutakhiran data dan penyusunan pemilih meninggalkan kesan kurang mengenakkan bagi para petugas PPDP (petugas pemutakhiran data pemilih) di lapangan.

Kedatangan mereka sering kali dianggap sebagai peminta sumbangan atau bahkan pengemis oleh tuan rumah yang akan didatanya. Sebuah foto petugas PPDP wanita yang sedang melakukan pendataan di rumah seorang warga tampak berjongkok di luar pagar, sementara warga yang tengah didatanya sama sekali tidak membukakan pagar.

 

Karena tidak ada alas untuk menulis, petugas PPDP wanita itu terpaksa mendata warga dengan cara berjongkok. Sementara warga yang didata tampak tak peduli, dan memberikan informasi sambil berdiri dan sama sekali tanpa membukakan pagar.

Ilham Saputra, anggota KPU, mengaku prihatin sekaligus kecewa. “Evaluasi dari kegiatan Coklit yang lalu ada hal-hal yang kurang mengenakkan. Petugas PPDP dianggap mau minta sumbangan bahkan dianggap layaknya seperti pengemis, sebagaimana foto yang pernah viral di medsos belakangan ini,” kata Ilham Saputra kepada Tengokberita.com dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (11/2/2018).

(baca: Pilkada Serentak, Bawaslu dan KPU Harus Bertindak Tegas Terhadap Tiga Hal Ini)

Mantan Wakil Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh ini meminta kepada pemerintah agar ke depan, kegiatan Coklit bisa lebih menggema lagi disosialisasikan kepada masyarakat.

Tolonglah kepada pemerintah dan stake holder Pilkada maupun Pemilu agar ke depan disosialisasikan kepada masyarakat bahwa Coklit adalah bagian proses sangat penting dalam Pilkada dan Pemilu, dan itu tidak main-main,” kata Ilham.

Hasil kegiatan Coklit yang dilakukan petugas PPDP, menjadi dasar daftar pemilih sementara untuk Pileg dan Pilpres 2019. Gerakan Coklit yang dlakukan secara serentak selama satu bulan tersebut tidak hanya memeriksa keberadaan calon pemilih pilkada serentak, melainkan juga sosialisasi kepada masyarakat mengenai pelaksanaan Pilkada.

Kegiatan tersebut tidak hanya sekedar Coklit, para petugas PPDP juga melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga dengan metode ‘door-to-door.’ Jadi, alangkah tidak eloknya jika pendataan tersebut dilakukan dari balik pagar. (jar/has)

Bagaimana menurut pembaca?