Fredrich Pernah Bebaskan Dua Terdakwa Korupsi dan Jenderal Budi Gunawan

170
fredrich pengacara polri

Jakarta, Tengokberita.com – Sebagai seorang pengacara, kiprah Fredrich Yunadi di jagat hukum Indonesia, lumayan panjang. Sejak mendirikan kantor hukum Yunadi & Associates bersama 12 rekannya di tahun 1994, sudah banyak kasus hukum yang ditanganinya.

Antara lain kasus direksi Bank EXIM tahun 1998, PT. Inter World Steel Mills Indonesia (tahun 2000), dan pembebasan tersangka korupsi Wakil Ketua DPRD Sidoarjo tahun 2004.

Tahun 1999, ia juga pernah membela kepentingan Padmo Sumasto, SH & Kartini Mulyadi, SH Cs dalam kasus sengketa kepemilikan RS Sumber Waras, serta membela Direksi Bank Exim dalam Kasus Kerugian Valas di Bank Exim tahun 1998/1999 sebesar Rp20 triliun dengan hasil memperoleh SP3 dari Kejaksaan Tinggi DKI.

(baca: Ini Kasus-kasus Hukum yang Ditangani Fredrich Cs)

Pada tahun 2000, ia memenangkan kasus permohonan Praperadilan terhadap Direktur Reserse Ekonomi MABES POLRI atas penyitaan motor Merk Millenium yang tidak sah, bahkan putusan Praperadilan ini telah menjadi jurisprudensi putusan praperadilan.

Yang menarik, dalam profil kantor hukum Yunadi & Associates, Fredrich Yunadi pernah menangani beberapa kasus korupsi. Dua di antaranya malah berhasil membebaskan koruptor.

Di antaranya membebaskan (bebas murni) tersangka korupsi pejabat Dolog Jatim dalam kasus korupsi beras miskin (Raskin) di PN Sidoarjo pada tahun 2004, dan tetap memperoleh vonis bebas murni dari MARI pada tahun 2005. Ia juga membebaskan tersangka korupsi Wakil Ketua DPRD Sidoarjo dari Tahanan Rutan pada tahun 2004.

Selain Setnov, tokoh nasional lain yang pernah menjajal eksistensinya sebagai pengacara adalah mantan Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Susno Duaji.

Pada tahun 2015 Fredrich juga pernah berhadapan dengan KPK, ketika dirinya menjadi kuasa hukum Budi Gunawan. Saat itu, Budi Gunawan yang menjadi calon tunggal Kapolri ditetapkan tersangka oleh KPK.

Budi Gunawan di kemudian hari memenangi gugatan praperadilan penetapan tersangka atas dirinya, dan bebas. Kini, Budi Gunawan menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara. (has)

Bagaimana menurut pembaca?