Geger Ikan Makarel Bercacing: BPOM “Mandul”, Pemerintah Kemana?

73

Apparatuur, Tengokberita.com – Media Sosial, apapun bentuknya itu, ternyata memiliki fungsi control atas kinerja pemerintah. Selama ini, pihak yang berwenang selalu menegasikan fungsi kontrol sosial tersebut sebagai sarana hoax. Tahun 2018 ini, medsos menunjukkan fungsi sosial kontrolnya terhadap kinerja pemerintah.

Diawali keluhan dari seorang warga bernama Lili yang bermukim di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, yang memviralkan adanya cacing dalam makanan berkaleng ikan sarden. Kemudian disusul dengan munculnya viral video dan foto ikan sarden yang mengandung cacing di medsos dari daerah Kota Tembilahan. Kabupaten Indragiri Hilir, kemudian menyusul di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Terdapat pula laporan dari pedagang dari Jangkang, Kecamatan Bantan.

Video dan foto viral tersebut, walaupun tidak hendak dikatakan terlalu terburu-buru berpendapat, Kepala BPOM Medan menyatakan belum ada ditemukan kasus ikan sarden yang mengandung cacing.

Namun, pada tanggal 28 Maret 2018 secara resmi BPOM RI telah merilis daftar 27 merek ikan sarden dari 66 merek ikan sarden yang dinyatakan mengandung cacing. Seperti halnya Kepala BPOM Medan, Menteri Kesehatan terburu-buru menetralisir isu hukum tersebut.

Masyarakat seperti dibuat tidak sadar diri, bahwa isu hukum sebenarnya adalah bagaimana mekanisme penggunaan izin edar untuk produk sejenis lainnya dan bagaimana sebenarnya pelaksanaan pengawasan oleh Pemerintah?

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), memiliki fungsi sebagai regulator untuk menciptakan kebijakan pengawasan skala nasional, dan yang terpenting adalah BPOM memiliki fungsi pengawasan sebelum beredar dan pasca edar. Bila mengacu kepada Peraturan Pemerintah tersebut, BPOM dapat dianggap telah kecolongan moment untuk hadir mewakili pemerintah guna mewujudkan tujuan bernegara yaitu kesejahteraan umum.

BPOM lantas mengeluarkan statement atau himbauan agar masyarakat segera melapor bila menemukan ikan sarden yang mengandung cacing, padahal sebelumnya terkesan cuek dengan informasi Ikan Makarel bercacing. Sebenarnya dapat saja dimaklumi akan kemungkinan kekurangan SDM untuk melakukan pengawasan pasca edar, namun perilaku ‘membantah dulu, riset belakangan’ justru menunjukan adanya kemandulan dalam diri BPOM dan Pemerintah.

Bertalian dengan tajuk Geger Ikan Makarel bercacing pada pekan ini, Tengokberita.com telah mengkonfirmasi pihak BPOM guna mendapatkan keterangan lebih jauh. Namun permohonan wawancara yang telah disampaikan melalui Humas BPOM sejak Rabu (4/4/2018) belum mendapatkan tanggapan. (red)

Bagaimana menurut pembaca?