George Foster Peabody, Filantropi Inspirator Penghargaan Jurnalistik

54

Jakarta, Tengokberita.com-Sebagian besar publik Indonesia tentu asing dengan nama George Peabody atau pun George Foster Peabody. Namun, Google menayangkan gambar doodle yang berisi penghormatan terhadap sosoknya.

Tetapi, publik juga sedikit bingung, karena nama George Peabody yang dimaksud Google juga merujuk pada dua orang yang berbeda yang sama-sama berprofesi sebaga bankir dan filantropis. Dua-duanya juga berasal dari Amerika. Menurut catatan Wikipedia, dua tokoh yang bernama serupa itu adalah George Peabody dan George Foster Peabody.

George Peabody (1795-1869) adalah pengusaha Amerika, bankir, dan filantropis yang berbasis di London yang kemudian mendirikan Institut Peabody, museum, dan lembaga peminjaman.

Sebaliknya George Foster Peabody (1852-1938) adalah bankir dan dermawan dari Amerika Serikat bagian selatan yang kemudian dijadikan nama sebuah penghargaaan di bidang media elektronik yang diberi nama Peabody Award.

Dari dua data itu ternyata doodle di Google hari ini adalah seorang bangsawan yang membuka buku pop-up yan dikelilingi anak-anak. Dalam deskripsinya, Google merujuk pada peran George Peabody yang telah dijadikan nama dalam penghargaan Peabody Award. Jika ini yang dimaksud, dia adalah George Foster Peabody, bukan George Peabody.

Informasi yang ditampilan doodle Google memang agak janggal karena saat doodle itu diklik maka rujukannya adalah George Peabody, padahal yang dimaksud adalah George Foster Peabody.

George Foster Peabody, lahir di Columbus, Georgia, 27 Juli 1852 dan meninggal di Warm Springs, Arizona, 4 Maret 1938 pada umur 85 tahun adalah bankir Amerika Serikat.

Lahir dari keluarga keturunan pengusaha Foster Peabody tumbuh dengan karakter yang gigih. Kegigihan itu terlihat saat pendidikan yang ditempuh Peabody sempat terputus karena Perang Saudara.

Perpecahan yang melanda Amerika Serikat memiskinkan keluarganya sehingga terpaksa putus sekolah di usia 11 tahun.

Untuk menyambung hidupnya serta meneruskan pendidikannya yang sempat tertunda, keluarga Peabody memutuskan pindah dari tempat asalnya yang sederhana yakni Georgia menuju ke New York.

Meski tak punya dana untuk bersekolah, tidak menjadi penghalang bagi Peabody muda untuk menimba ilmu.

Selain menghidupi dirinya dan keluarga dengan magang di sebuah toko kelontong, dia menghabiskan banyak waktunya di perpustakaan Y.M.C.A. (The Young Men’s Christian Association) untuk terus belajar secara otodidak.Peabody juga taat beribadah. Ia kerap terlihat beribadah di gereja Brooklyn Heights dan di gereja ini pula ia berteman baik dengan bankir muda Spencer Trask.

Kedekatan itulah yang membuatyaikut menjadi mitra di firma baru milik sahabatnya itu yakni Spencer Trask & Company pada tanggal 2 Mei 1881.

Selain menjadi direktur di investasi perkeretaapian, Peabody juga menjadi direktur di perusahaan lainnya yang dibawahi Trask.

Spencer Trask, Peabody, dan saudara kandungnya yakni Charles Jones Peabody pun ikut menginvestasikan sebagian besar kekayaan yang selama ini mereka raih ke perusahaan Edison Electric Company. Perusahan inilah yang kemudian jadi cikal bakal General Electrik.

Setelah lama berkecimpung dalam usaha, Peabody mengundurkan diri dari dunia bisnis pada tahun 1906. Ia mengabdikan dirinya di bidang layanan masyarakat. Selain isu-isu sosial seperti perdagangan bebas, hak suara perempuan dalam pemilu, kepemilikan rel kereta api oleh pemerintah yang menjadi minatnya sejak lama, ia aktif dalam gerakan antiperang.
Peabody sangat tertarik dengan bidang pendidikan, terutama pendidikan untuk orang Afrika-Amerika di Amerika Serikat Bagian Selatan. Ia menjabat direktur Dewan Pendidikan Publik, bendahara Dewan Pendidikan Daerah Selatan, dan anggota dewan komisaris American Church Institute for Negroes, Institut Hampton, Institut Tuskegee, Universitas Georgia, dan Institut Politeknik Brooklyn. Sebelum pensiun, ia menjabat bendahara Komite Nasional Partai Demokrat.

Peabody adalah pemilik pusat rehabilitasi penderita polio yang nantinya berganti nama menjadi Institut Rehabilitasi Roosevelt Warm Springs setelah dibeli oleh Franklin Delano Roosevelt

Lelaki ini tak memiliki Pendidikan formal, namun atas jasa-jasanya, Peabody menerima gelar kehormatan dari 3 universitas yakni Universitas Harvard, Universitas Washington and Lee, dan Universitas Georgia. Ia banyak menyumbangkan uang ke Universitas Georgia, termasuk dana untuk mendirikan gedung tahan api yang dipakai sebagai gedung perpustakaan.

Peabody juga menyumbangkan tanah untuk membantu reorganisasi Akademi Pertanian Negara Bagian dan mendirikan Fakultas Kehutanan di Universitas Georgia. Namanya juga dipakai sebagai nama penghargaan di bidang jurnalistik radio dan televisi. Penghargaan George Foster Peabody diberikan setahun sekali sejak tahun 1941 oleh Sekolah Jurnalisme dan Komunikasi Massa Henry W. Grady. (rot)

Bagaimana menurut pembaca?