Gubernur Anies Dikukuhkan Pendekar Sabuk Hitam Kehormatan Tapak Suci

245
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat dikukuhkan menjadi Pendekar Sabuk Hitam Kehormatan Perguruan Pencak Silat Tapak Suci di Jakarta, Minggu (11/2/2018) pagi. (Foto: Fajar Noor Asia/Tengokberita.com)

Jakarta, Tengokberita.com – “Dengan iman dan akhlak, saya menjadi kuat. Tanpa iman dan akhlak, saya menjadi lemah, laa hawla walaa quwwata ilaa bilaah.”

Setidaknya itu lah Ikrar yang diucapkan Anies Rasyid Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, dalam pengukuhan dirinya menjadi pendekar sabuk hitam kehormatan Tapak Suci di halaman Gedung Dakwah 62, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Minggu (11/2/2018) pagi.

Pengukuhan Anies sebagai pendekar sabuk hitam itu dilakukan di hadapan Ketua Umum Pendekar besar Letkol Inf. (purn) M. Afnan Zamhari dan disaksikan Amien Rais.

Acara pengukuhan itu dipimpin inspektur upacara pendekar sabuk hitam Sudjono yang tak lain adalah pelatih pencak silat Anies Baswedan ketika sang gubernur masih sekolah di Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Anies mengatakan pencak silat melahirkan keberanian, kekuatan, ketegasan, sekaligus kelembutan.

Pencak silat adalah beladiri yang punya keunikan tersendiri. Di dalamnya ada keberanian, kekuatan dan ketegasan tapi juga ada kehalusan dan kelembutan. Maka itulah juga merupakan karakteristik bangsa kita yang sebenarnya. Bahwa seorang pemimpin yang di dalamnya ada keberanian, kekuatan dan ketegasan tapi harus disampaikan dengan cara halus dan penuh kelembutan. Seorang pemimpin yang menegakkan peraturan tidak harus menimbulkan ketakutan,” kata Anies.

Tapak suci adalah perguruan pencak silat terbesar di dunia yang perwakilannya sudah menyebar di seluruh nusantara dan negara-negara tetangga sampai Timur Tengah dan Eropa.

Istilah silat dikenal secara luas di Asia Tenggara, akan tetapi khusus di Indonesia istilah yang digunakan adalah pencak silat. Istilah ini digunakan sejak 1948 untuk mempersatukan berbagai aliran seni bela diri tradisional yang berkembang di Indonesia.

Nama “pencak” digunakan di Jawa, sedangkan “silat” digunakan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan.

Dalam perkembangannya kini istilah “pencak” lebih mengedepankan unsur seni dan penampilan keindahan gerakan, sedangkan “silat” adalah inti ajaran bela diri dalam pertarungan.

Pencak Silat sudah dimasukkan sebagai olahraga bela diri pilihan wajib sekolah pada kegiatan Ekskul di sekolah-sekolah DKI Jakarta dengan keluarnya Surat Edaran No.176/SE/2009 oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Drs. H. Taufik Yudi Mulyanto M.Pd. di era Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (jar)

Bagaimana menurut pembaca?