Hari Nusantara: Indonesia Menuju Poros Maritim Dunia

53
Kepala Staf KolinlamilLaksamana Pertama TNI Sugeng Ing Kaweruh, SE MM saat memimpin upacara penaikan Bendera Hari Darma Samudera di Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Foto: Dispen Kolinlamil)

Jakarta, Tengokberita.com – Mungkin tak banyak yang tahu jika setiap tanggal 13 Desember, Indonesia memperingati Hari Nusantara. Tanggal 13 Desember dijadikan Hari Nusantara beranjak dari deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 di mana seluruh pulau di Indonesia dinyatakan sebagai sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tidak ada lagi laut internasional di dalam lingkup NKRI.

Tanggal 13 Desember ditetapkan sebagai Hari Nusantara oleh Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri lewat Kepres Kepres No. 126 Tahun 2001.

Guna memperingati Hari Nusantara, Komando Lintas Lsut Militer (Kolinlamil) menggelar upacara di lapanga M Silam Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/12/2017). Peringatan Hari Nusantara tersebut diadakan untuk mengingatkan Bangsa Indonesia tentang konsep Wawasan Nusantara yang dideklarasikan oleh Ir. H. Djoeanda Kartawijaya pada tanggal 13 Desember 1957.

Peringatan Hari Nusantara di Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Foto: Dispen Kolinlamil)

Upacara itu diikuti seluruh prajurit dan ASN di jajaran Kolinlamil. Adapun tema yang diusung pada peringatan Hari Nusantara 2017 adalah “Gotong Royong Dalam Kebhinekaan Di Nusantara Guna Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia” dan puncak kegiatan terpusat di Kota Udang Cirebon, Jawa Barat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman selaku Ketua Pengarah Peringatan Hari Nusantara Tahun 2017 dalam amanatnya yang disampaikan oleh Kepala Staf Komando Lintas Laut Militer (Kaskolinlamil) Laksamana Pertama TNI Sugeng Ing Kaweruh, SE MM mengatakan, deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 merupakan tonggak bagi penyatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan di antara pulau yang satu dengan yang lainnya tidak lagi terdapat laut internasional.

Sehingga melalui pernyataan diri sebagai negara kepulauan, maka laut bukan pemisah tetapi pemersatu bangsa. Melalui Deklarasi Djuanda ini pula, maka prinsip-prinsip wilayah laut negara kepulauan kemudian diterima, sehingga wilayah laut Indonesia bertambah luas menjadi kurang lebih 5,8 juta Km².

Dalam rilis Dispen Kolinlamil yang diterima redaksi, Kamis (14/12/2017), Kaskolinlamil mengatakan, momen Hari Nusantara selain bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang jati diri bangsa Indonesia sebagai Bangsa Bahari yang hidup di Negara Kepulauan bercirikan nusantara, juga dimaksudkan untuk mengubah mindset terhadap ruang hidup dan ruang juang dari matra darat menjadi matra laut, serta meningkatkan pemahaman wawasan kelautan kepada masyarakat.

Tentunya dalam rangka mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mampu mengelola potensi sumber daya alam laut bagi kesejahteraan masyarakat, sebagaimana visi pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” kata Kaskolinlamil.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan apa yang menjadi penegasan Presiden RI Jokowi yaitu “Semangat gotong royong akan membuat bangsa Indonesia bukan saja akan sanggup bertahan dalam menghadapi tantangan, tapi juga dapat berkembang menjadi poros maritim dunia, locus dari peradaban besar politik masa depan,” hal tersebut salah satunya mendasari tema peringatan Hari Nusantara 2017.

Peringatan Hari Nusantara ini tidak hanya sekedar serimonial, tetapi juga menjadi modal kedaulatan maritim, ketahanan nasional kelautan dan pembangunan terintegrasi bagi kepulauan terluar atau terpencil, yang merupakan wujud sinergitas program Kementrian atau Lembaga dalam kelautan.

Peringatan Hari Nusantara yang diadakan di Mako Kolinlamil dihadiri Irkolinlamil, para Asisten Pangkolinlamil, para Kadis Kolinlamil, dan para Komandan unsur yang berada di Pangkalan Jakarta. (has)

Bagaimana menurut pembaca?