Home » News » Refleksi » Hedonis dan Gaya Hidup Artis

Hedonis dan Gaya Hidup Artis

Oleh: Noor Fajar Asa

Para netizen cukup terperangah ketika beredar kabar baju yang dipakai seorang penyanyi untuk acara pengajian jelang akad pernikahannya seharga kurang lebih Rp 20 Juta. Baju mahal itu dikenakan saat menggelar acara di kediamannya di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/8/2017).

Baju rancangan desainer Studio Boh ini  dibalut dengan kristal. Dikabarkan pula, siraman acara artis yang diketahui sebagai  pelantun “Serba salah” ini dilakukan di area belakang rumahnya yang terdapat kolam renang. Airnya, air zam-zam yang didatangkan  dari Mekkah al Mukarommah, di campur air dari masjid yang berada di sekitar rumahnya. Semua acara tersebut di lakukan sebelum akad nikah pada 3 September 2017.

Perilaku yang dipertontonkan sepintas telah menandakan sebagai perilaku  Hedonis  yang Glamour dengan bungkusan agama. Apa yang diperlihatkan artis ini  kepada publik memang bukan hal baru. Kehidupan para selebriti Indonesia tak lepas dari gaya hidup yang semacam itu. Bahkan, sekelas artis yang baru naik daun sudah meng-upgrade gaya hidupnya dengan gaya yang ‘wah’. Gaya hidup mewah yang  Hedonis itu dilakukan demi menunjang penampilan mereka.

Apalagi dengan penghasilan yang sangat besar, kebanyakan artis atau selebritis cenderung memiliki gaya hidup yang glamor dan hedonis semacam itu.

(Baca: Usai Manggung, Raisa ‘Pacaran’ di Arena WTF)

Sekadar tahu, asal muasal Hedonisme, dikembangkan oleh dua orang filosof Yunani, Epicurus (341-270 SM) dan Aristippus of Cyrine (435-366 SM). Kedua orang inilah yang dikenal sebagai perintis paham Hedonisme, meski  dua filosof ini menganut aliran yang berbeda.

Aristippus lebih menekankan kepada kesenangan badani atau jasad seperti makan, minum, seksualitas, maka Epicurus lebih menekankan kepada kesenangan rohani seperti bebas dari rasa takut, bahagia, tenang batin, dan lain sebagainya. Namun, kedua-duanya berpendapat sama yaitu kesenangan yang diraih adalah kesenangan yang bersifat privat atau pribadi.

Hedonisme adalah pola hidup individu yang menganggap bahwa kenikmatan materi sebagai tujuan utama untuk mencari kesenangan. Karakteristik hedonisme adalah kebendaan yang diukur dengan harta, dinilai dengan uang. Dengan uang tersebut individu dapat mencari kesenanganya.

Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta-pora merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Dalam kacamata hedonis sasaran adalah kepuasan diri, bukan orang lain atau masyarakat. Individu yang hedonisme cenderung konsumtif.

Untuk menjadi Hedonis, itu adalah sikap dan pilihan hidup pribadi. Meskipun banyak yang bergaya hedonis, tak jarang pula jajaran  selebriti yang tak melulu hidup dengan fasilitas mewahnya. Ada juga yang di depan publik tampil  glamour dan bergaya hidup mewah. Namun saat di belakang layar dan masuk dalam kehidupan sehari-hari, mereka justru memilih tampil sederhana apa adanya. Artinya, semua kembali kepada masing-masing pribadi.  

Tinggal sekarang orang itu ada pada pilihan yang mana. Apakah pilihannya bersandar kepada kecenderungan dari Aristippus yang lebih menekankan kepada kesenangan badani atau jasad seperti makan, minum, seksualitas, atau Epicurus, yang lebih menekankan kepada kesenangan rohani seperti bebas dari rasa takut, bahagia, tenang batin dan jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

pki, nkri

PKI Sebagai Investasi Ketakutan Orba (2-Habis)

OLEH : MIQDAD HUSEIN Sejatinya bukan ketakutan yang belakangan merebak di tengah masyarakat negeri ini. ...

Hedonis dan Gaya Hidup Artis

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 2 min
0