Home » News » Gaya Hidup » Food » Hmm… Lezatnya Soto Tangkar Mercon Swiss-belinn Simatupang

Hmm… Lezatnya Soto Tangkar Mercon Swiss-belinn Simatupang

Jakarta, Tengokberita.com – Aroma rempah-rempah cukup tercium ketika seorang petugas restoran membawa semangkuk soto tangkar lengkap dengan seporsi nasi putih.

Aromanya kian menyengat hidung tatkala tutup mangkok dibuka dan kian menggoda untuk segera mencicipinya. Warnanya agak pekat dengan santan kental. Di atasnya bertabur cabai rawit yang telah dipotong-potong.

Kami memberinya nama Soto Tangkar Mercon, makanan asli Betawi,” kata Nanang Sumardjono, General Manager Hotel Swiss-belinn Simatupang kepada tengokberita.com, Selasa (12/9/2017) siang.

Siang itu, GM Nanang Sumardjono khusus meracik Soto Tangkar Mercon untuk tengokberita.com.

Sesuai namanya, Soto Tangkar Mercon terasa pedas. “Kami menyediakan tingkat kepedasan yang berbeda-beda. Mulai dari grade 1 sampai 5,” Nanang menambahkan.

Rasa pedas akan berkurang ketika bercampur dengan nasi. Rasa pedas dari Soto Tangkar Mercon menjadi sensasi tersendiri begitu berpadu dengan kentalnya santan. Lidah pun tak henti bergoyang. Apalagi, daging iga sapi yang disajikan begitu tebal dan empuk. Mantap habis….

Tak banyak hotel yang menyajikan soto tangkar sebagai menu andalan. Apalagi di hotel-hotel berbintang. “Di hotel Swiss-belinn Simatupang, kami lebih mengedepankan kandungan lokal, dalam hal ini Betawi,” kata Nanang.

Menurut Nanang, menu soto tangkar sendiri muncul sebagai hasil diskusi para staf hotel pada perayaan HUT kota Jakarta, Juni 2017 silam.

(Baca: Plaza Indonesia Gelar Festival Kuliner Nusantara)

Jadi menu ini relatif baru. Meski baru, respons masyarakat cukup bagus. Mereka yang memesan Soto Tangkar Mercon tak hanya tamu hotel, tapi juga masyarakat yang mampir ke Swiss-belinn Simatupang,” kata pria asal Jawa Tengah yang pernah bertugas selama 8 tahun di sebuah hotel di Abu Dhabi ini.

Nanang menjamin, Soto Tangkar Mercon yang disajikan Hotel Swiss-belinn Simatupang sangat safety (aman) dan higienis. Sebab pihaknya sama sekali tidak menggunakan bahan pelezat masakan, perasa, atau bahan kimia lain yang banyak digunakan di dunia kuliner. “Seluruhnya asli rempah-rempah.”

Tangkar adalah bahasa Betawi untuk menyebut iga sapi. Muncul sebagai makanan berupa soto pada masa penjajahan Belanda.

Mulanya para tuan dan nyonya Belanda (meneer) yang akan menggelar pesta, biasanya memotong sapi. Bagian-bagian tertentu dari sapi tersebut seperti kepala, paru-paru, jeroan, dan iga diberikan kepada para pekerja yang berasal dari kaum pribumi.

Oleh para pekerja, bagian-bagian sapi itu diolah menjadi beragam masakan. Salah satunya adalah iga sapi (tangkar) yang diolah menjadi soto dan bernama soto tangkar.

Di beberapa pedagang soto tangkar di Jakarta, soto tangkar disajikan tak hanya dalam bentuk iga sapi. Tapi disertakan pula jeroan sapi. “Di Swiss-belinn Simatupang, kami murni iga sapi sesuai dengan namanya, tangkar,” Nanang menegaskan.

Nah, bagi mereka yang berminat mencicipi, silakan datang ke hotel Swiss-belinn Simatupang yang berlokasi di Jl TB Simatupang, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Satu porsi Soto Tangkar Mercon dibanderol dengan harga Rp63.000/porsi. Rasakan sensasi pedas dan gurihnya yang berpadu dalam Soto Tangkar Mercon. (has/inz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

manhunt, kompetisi, pria

Juri Manhunt: Ikut Kontes Manhunt Bukan Cuma Fisik

Jakarta, Tengokberita.com – Roby Rahmawan, selaku salah seorang juri Manhunt mengatakan bahwa Manhunt Indonesia 2017 mencari ...

Hmm… Lezatnya Soto Tangkar Mercon Swiss-belinn Simatupang

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 2 min
0