Hutan Mangrove Karangsong, Jadi Rumah Bagi Ribuan Ekor Burung (3)

170

Indramayu, Tengokberita.com – Ratusam ekor burung terbang menari-nari di langit pantai Karangsong, persisnya di atas kawasan hutan Mangrove. Sebuah peristiwa alam yang selama ini tidak pernah terjadi di Pantai Karangsong, Kabupaten Indramayu.

Memasuki lebih dalam kawasan hutan Mangrove Karangsong, setelah menapaki trek yang terbuat dari anyaman bambu, suara berisik dari kawanan burung berjenis Kuntul Besar (Egretta alba) yang berwarna putih, makin menjadi. Kotoran burung pun tampak di mana-mana.

Berdasarkan hasil penelitian, ada sekitar 5.000 ekor Kuntul Besar di seluruh area hutan Mangrove Karangsong. Mereka telah menjadi satwa endemik Karangsong,” kata Eka Tarika (47), ketua kelompok masyarakat Pantai Lestari.

(baca: Hutan Mangrove Karangsong, Destinasi Wisata Baru di Indramayu (2))

Sejak dilakukan penanaman pohon bakau (mangrove) pada 2010 lalu yang dilakukan Pertamina RU VI Balongan bersama masyarakat setempat, wajah pantai Karangsong benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat. Pantai Karangsong yang semula gersang, kering, dan acap terjadi abrasi, kini menjadi kawasan yang hijau.

EKA TARIKA (Foto:Hasanuddin/Tengokberita.com)

Kehadiran vegetasi Mangrove di Karangsong, mengundang burung berdatangan. Tercatat ada 37 spesies burung dari 17 famili burung beterbangan di area hutan Mangrove Karangsong, delapan jenis di antaranya merupakan burung air (water bird) yang hidupnya tergantung pada habitat perairan.

Selain Kuntul Besar yang jumlahnya mencapai sekitar 5.000 ekor dan mendominasi populasi burung di hutan Mangrove Karangsong, terdapat pula burung Blekok Sawah (Ardeola speciosa), Kuntul Karang (Egretta sacra), Cangak Merah (Ardea purpurea), Dara Laut Sayap Hitam (Sterna fuscata), Kowak malam kelabu (Nycticorax nycticorax), dan Rajaudang kalung biru (Alcedo euryzona). Rajaudang kalung biru tergolong burung yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999.

Selain satwa burung, di hutan Mangrove juga kini terdapat ikan Belanak (Valamugil speigleri), ikan Keting (Mystus nigriceps), dan ikan Gelodok (Periopthalmus modestus) dalam jumlah melimpah di hutan Mangrove Karangsong. Selain itu ada juga Belut (Mnopterus albus) dalam jumlah banyak dan Biawak (Varanus salvator) dalam jumlah yang jarang ditemui. (Bersambung/Hasanuddin)

Bagaimana menurut pembaca?