Home » News » Kasus » Indra Pilliang, Komandan Lapangan Yang Terjerembab Narkoba
narkoba, sabu, dpp golkar

Indra Pilliang, Komandan Lapangan Yang Terjerembab Narkoba

Jakarta, Tengokberita.com – Sebagian masyarakat mungkin sudah tahu siapa Indra Jaya Piliang. Namun, tak salah kalau kita ungkap kembali siapa Anggota Dewan Pakar DPP Partai Golkar ini.

Indra lahir di Pariaman, Sumatera Barat, pada 19 April 1972. Ayahnya bernama Boestami dengan gelar Datuak Nan Sati. Suku ayahnya Koto. Sementara ibunya bernama Yarlis dari suku Piliang. Koto dan Piliang adalah rumpun suku utama di Minangkabau, Sumatera Barat. Lareh Koto Piliang adalah sistem sub-budaya dalam budaya Minangkabau yang didirikan oleh Datuk Ketumanggungan, menganut sistem aristokrasi militeristik dalam pengambilan keputusan dan pemerintahan ‘tempo doeloe’, sebagaimana disebut dalam wikipedia.

Lareh ini berbeda dengan Bodi Chaniago yang lebih egaliter dan demokratis yang dikembangkan oleh Datuk Perpatih Nan Sebatang.

Ayah dan ibunya memiliki tujuh orang anak, enam laki-laki dan satu perempuan. Mereka adalah Achmad Busra, Zaenul Bahri, Yunas Setiawan, Mardiyah Hayati, Benni Perwira dan Akbar Fitriansyah. Indra Pilluang adalah anak ketiga.

Kemudian , Indra menikah dengan Faridah Thulhotimah, putri pasangan Syamsul Bachri dan Syamsiah. Syamsul adalah keturunan dari suku Yogyakarta dan Betawi, sementara Syamsiah adalah keturunan suku Sunda. Faridah memiliki satu kakak, Hadi Suwarman. Faridah adalah lulusan Jurusan Ilmu Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. Keduanya dikaruniai dua orang putra, Afzaal Zapata Abhista (21 Juni 2003) dan Fadha Dang Sati Ababil (03 April 2008).

Indra Pilliang menamatkan kuliah di Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan meneruskan kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Selama kuliah, ia aktif dalam Studi Klub Sejarah dan pernah menjadi Ketuanya. Pernah juga menjadi Sekretaris Umum Senat Mahasiswa Fakultas Sastra UI dan pengelola Tabloid Ekspresi FS-UI. Di tingkat UI, Ia aktif pada majalah Suara Mahasiswa UI, Senat Mahasiswa UI, Senator Badan Perwakilan Mahasiswa UI, Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya dan pernah ikut latihan marching band Madah Bahana.

Indra juga sempat menjadi redaktur pelaksana Surat Kabar Kampus Warta UI.

Indra pernah maju sebagai calon Ketua Senat Mahasiswa UI periode 1995-1996. Namun dia kandas ditangan Kamaruddin. Metode pemilihannya adalah secara langsung, termasuk dengan kampanye terbuka dan debat kandidat. Pada masa kampanye itulah ia bertemu dengan Faridah yang waktu itu menjadi Panitia Pemira (Pemilihan Raya) Senat Mahasiswa UI.

Sebagai aktifis kampus, Indra juga menjadi pendiri dan Sekjen Pertama Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah Indonesia (IKAHIMSI) periode 1995-1997. Ia juga tercatat sebagai pendiri Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ) bersama Ubaidillah, Henky, Danar, dan lain-lain . Ia juga pernah tercatat sebagai Koordinator Wilayah A (Sumatera dan Jawa) Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Indonesia (FKSMI) yang dibentuk di Universitas Mulawarman, Samarinda, pada 1995. Dalam organisasi intra kampus, Ia juga sempat aktif di Forum Amal dan Studi Islam (Formasi) Fakultas Sastra UI, yakni sebagai Ketua Badan Pertimbangan (Majelis Syuro).
Indra juga tercatat sebagai anggota dan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Depok.

Dalam organisasi-organisasi kemahasiswaan itulah Indra mendapatkan teman, sahabat dan juga musuh dan lawan. Sebagai aktifis, ia bepergian ke pelbagai tempat, bersidang, berdebat dan merumuskan pikiran-pikiran khas kemahasiswaan. Begitulah. Dan tiba-tiba ia menemukan diri sebagai seorang penulis, peneliti dan analis, terutama untuk bidang-bidang politik.

Ketika mahasiswa, ia dikenal memiliki sikap anti-kemapanan. Sesuatu yang dianggap kekiri-kirian atau kemerah-merahan. Tetapi ia juga dianggap kehijau-hijauan.

(Baca: Indra Pilliang Sempat Pamer Kedekatan Dengan Presiden Jokowi)

Lulus S1 dari UI, Indra bekerja sebagai editor tabloid Jurnal Reformasi dan Momen. Dua tahun kemudian, dia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN), yang didirikan Amien Rais. Di PAN dia sempat duduk menjadi Staf Departemen Budaya DPP PAN.

Pada tahun 2000, Indra dan beberapa tokoh muda PAN memutuskan keluar dari partai ini. Dia lalu menjadi peneliti di CSIS dan kerap diminta menjadi pembicara terkait isu otonomi daerah di berbagai talk show. Ia juga menulis artikel politik di beberapa media cetak nasional.

Indra menjadi peneliti CSIS hingga 2008. Dia kemudian bergabung dengan Partai Golkar. Pada 2013, dia pernah mencoba peruntungan dengan maju dalam pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota Pariaman. Meski terdaftar sebagai kader partai beringin, Indra memilih maju dari jalur independen lantaran permohonan dia ke DPP Golkar tak dihiraukan. Begitu pun permohonan dukungan ke DPP PAN, tak digubris.

Dengan kerja keras sekitar 2 minggu, para relawan berhasil mengumpulkan syarat minimal (calon independen) sebanyak 6.500 dukungan tanda tangan dan fotokopi KTP. Langkah Indra di Pilwalkot Pariaman gagal. Dia pun kembali aktif menjadi politikus Golkar yang vokal sejak Ketum Golkar dijabat Jusuf Kalla.

Dalam Pilpres 2014, Indra bergabung dengan Dewan Pakar Jenggala Center dan Poros Indonesia Muda, yang mendukung duet Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Sukses menjadi salah satu bagian pengantar Jokowi-JK ke kursi presiden dan wakil presiden tak membuat Indra merapat ke lingkaran kekuasaan. Dia memilih berada di luar Kekuasaan.

Namun, di tengah perjalanannya itu Indra J Piliang, ditangkap polisi karena menyalahgunakan narkoba jenis sabu. Kepada polisi Indra mengaku, telah mengkonsumsi narkoba selama satu tahun belakangan. Barang haram itu dia gunakan untuk melepaskan penat dari aktivitas sehari-harinya.

Dia gunakan itu hilangkan untuk rasa penat, menambah stamina bisa juga,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017).

Hingga kini, polisi belum menemukan keterlibatan Indra dengan jaringan pengedar. Narkoba itu dibeli beberapa saat sebelum dia hendak menggunakannya.

Saat tertangkap pada Rabu (13/9/2017) malam, Indra bersama dua orang temannya menghabiskan satu gram sabu. Sedangkan penyedia narkoba untuk Indra hingga kini masih diburu polisi. (rot)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Ini Kronologi Jony Tikam Selingkuhannya Gara-gara ‘Mr P’ Nya Diledek Kecil

Indra Pilliang, Komandan Lapangan Yang Terjerembab Narkoba

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 3 min
0