Ini Alasan AHY Belum Layak Jadi Cawapres Jokowi

116

Jakarta, Tengokberita.com– Keinginan sejumlah pihak untuk menjadikan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon wakil presiden Joko Widodo hendaknya dikubur dalam-dalam dulu. Sebab yang bersangkutan dinilai belum layak untuk menempati posisi tersebut.

Pengamat komunikasi politik Uiveristas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mengatakan Politisi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono belum cocok apabila mendampingi Presiden Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Presiden Jokowi, kata Emrus, harus mencari pendamping yang dapat mendongkrak elektabilitasnya yang kini masih dalam posisi belum aman. Hal itu belum bisa ditemukan dalam diri AHY.

“Di Pilkada DKI Jakarta, AHY di putaran pertama sudah kalah. Itu menunjukkan bahwa elektabilitas dia masih rendah. Menurut hasil survei juga menunjukkan bahwa AHY masih ada di posisi bawah,” ujar Emrus saat dihubungi Tengokberita.com, Selasa (13/3/2018).

Emrus juga mengatakan bahwa Agus Harimurti adalah anak baru di Partai Demokrat, sehingga sebagai kader Partai Demokrat belum banyak menyumbangkan karyanya kepada Masyarakat. Ini dibuktikan dengan elektabilitas Agus yang masih rendah. Berangkat dari alasan tersebut, Agus diminta terlebih dahulu memulai dari bawah sebagai kader Partai Demokrat.

Misalnya, bisa nggak AHY membuat program koperasi atau program melepaskan masyarakat dari gizi buruk, atau bisa tidak meningkatkan masyarakat ekonomi bawah,” kata dia.

Karena, kata Emrus,salah satu tugas Partai Politik di Indonesia ialah membantu masyarakat dalam menyelesaikan persoalan-persoalan. Celah tersebut yang seharusnya dimanfaatkan oleh Agus sebagai Kader Partai Demokrat untuk menaikkan elektabilitasnya.

Selain itu, Partai Demokrat dinilai Emrus adalah pendatang baru dalam mendukung dan mengusung Jokowi. Sehingga secara etika politik, Partai Demokrat tidak bisa langsung mengajukan nama untuk mendampingi Jokowi.

“Partai Golkar sudah berdarah-darah atau bekerja keras mendukung Jokowi sejak awal untuk mengusung Jokowi sebagai presiden. Golkar sudah lebih terdepan dalam menyatakan untuk mengusung Jokowi menjadi capres,” kata Emrus.

Bila Partai Demokrat akan benar-benar masuk ke dalam koalisi Jokowi, Emrus mengatakan, Agus sebaiknya masuk terlebih dahulu ke dalam jajaran Menteri.

“Bisa saja menjadi Menteri Pemuda dan Olah Raga, sehingga masyarakat bisa melihat karyanya. Bisa tidak Agus menaikkan prestasi Indonesia di bidang olahraga, atau bisa tidak melepaskan remaja kita yang terlibat narkoba,” pungkas Emrus. (wap/rot)

Bagaimana menurut pembaca?