Home » News » Negara » Masalah Ini Jadi Fokus Kabinet Kerja di Tahun Ketiganya

Masalah Ini Jadi Fokus Kabinet Kerja di Tahun Ketiganya

Jakarta, Tengokberita.com – Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan yang disampaikan dalam Sidang tahunan MPR 2017, pada Rabu (16/8/2017) di Komplek Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, menyoroti persatuan dan pemerataan pembangunan.

Jokowi mengatakan Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sudah teruji sebagai bangsa petarung. Kemerdekaan yang kini telah berumur 72 tahun, menurutnya, adalah buah kerja keras dari seluruh rakyat Indonesia. Namun, disadari bahwa belum semua rakyat Indonesia merasakan buah kemerdekaan. Manfaat pembangunan belum sepenuhnya merata di seluruh pelosok tanah air.

Kita menyadari bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum sepenuhnya ter wujud. Untuk itu, di tahun ketiga masa bakti Kabinet Kerja ini, Pemerintah lebih fokus untuk melakukan pemerataan ekonomi yang berkeadilan,” ujarnya.

(Baca : Di Hari Kemerdekaan, Ratusan Anggota OPM Kembali ke NKRI )

Sebagai kepala Negara, Jokowi ingin rakyat Indonesia yang berada di kawasan perbatasan, di pulau-pulau terdepan, di kawasan terisolir merasakan hadirnya Negara, merasakan buah pembangunan, dan merasa bangga menjadi Indonesia. Ia menegaskan, Keadilan sosial harus mampu diwujudkan secara nyata dalam kehidupan segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Rakyat di Aceh harus bisa merasakan pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan sanitasi dan air bersih maupun pelayanan transportasi, sama baiknya dengan apa yang dirasakan oleh saudara-saudaranya yang lain di seluruh pelosok negeri,” tambahnya.

Kita ingin, lanjutnya, rakyat di perbatasan bisa memiliki rasa bangga pada tanah airnya, karena kawasan perbatasan telah dibangun menjadi beranda terdepan dari Republik.

Ia juga ingin warga yang tinggal di daerah perdalaman juga bisa merasakan kehadiran Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Program Kartu Indonesia Sehat, Program Kartu Indonesia Pintar, dan Program Pemberian Makanan Tambahan untuk balita dan ibu hamil.

Kita ingin rakyat di Pulau Rote juga bisa merasakan manfaat pembangunan infrastruktur, lancarnya konektivitas dan turunnya biaya logistik,” ujarnya.

Jokowi menegaskan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik dari 68,90 pada 2014 menjadi 70,18 pada 2016, tak boleh membuat kita cepat berpuas diri. Ketimpangan pendapatan harus terus ditekan. Indeks Gini Rasio berhasil turunkan dari 0,414 pada September 2014 menjadi 0,393 pada Maret 2017.

Saya yakin hanya dengan pemerataan ekonomi yang berkeadilan, kita akan semakin bersatu. Pembangunan yang merata akan mempersatukan Indonesia. Pembangunan yang berkeadilan akan membuat kita semakin kuat dalam menghadapi persaingan global. Tidak ada yang merasa menjadi warga negara kelas dua, warga negara kelas tiga. Karena semuanya adalah warga negara Republik Indonesia,” tegasnya.

Namun Jokowi menegaskan, pemerintah tidak hanya focus dalam pemerataan ekonomi yang berkeadilan. Pembangunan ideologi, politik, sosial dan budaya tak kalah penting. Dalam bidang ideologi, kita harus terus memperkuat konsensus kebangsaan untuk menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. (emu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

IPW: Usut Tuntas Kasus Suap Uber

 Jakarta, Tengokberita.com- Indonesia Police Watch (IPW) menilai kasus suap  Uber adalah kasus suap yang memalukan ...

Masalah Ini Jadi Fokus Kabinet Kerja di Tahun Ketiganya

Tengok Berita red Berita Hari ini: 2 min
0