Ini Harapan Para Korban Napza kepada Kepala BNN Baru

136
EDO NASUTION, Koordinator Nasional PKNI (Persaudaraan Korban Napza Indonesia)

Jakarta, Tengokberita.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah melantik Irjen Pol Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) di Istana Kepresidenan, Kamis (1/3/2018) pagi.

Irjen Pol Heru Winarko yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK, diangkat menjadi Kepala BNN menggantikan Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) yang memasuki masa pensiun.

Lantas, apa tanggapan para korban Napza (Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya) atas pengangkatan Irjen Pol Heru Winarko sebagai Kepala BNN yang baru?

Koordinator Nasional PKNI (Persaudaraan Korban Napza Indonesia) Edo Nasution mengatakan, siapapun pejabatnya pengganti Buwas, ia berharap BNN bisa kembali ke fungsi awalnya ketika dibentuk di era Presiden BJ Habibie yaitu untuk merespons masalah kesehatan terutama penyakit menular seperti HIV, Hepatitis C, dan lain-lain.

(baca: Ini Kepala BNN Pilihan Presiden Joko Widodo)

Awalnya (BNN) dibentuk di era Presiden BJ Habibie untuk merespons masalah kesehatan. Makanya lembaga yang dulunya belum bernama BNN ini selalu berkoordinasi dengan Komisi X DPR RI yang membidangi masalah kesehatan,” kata Edo saat dihubungi Tengokberita.com, Kamis (1/3/2018) malam.

Namun, kata Edo, di era Presiden Megawati namanya diganti menjadi BNN seperti yang sekarang dikenal. Koordinasinya pun bukan lagi dengan Komisi X DPR RI tetapi Komisi III DPR RI yang membidangi masalah hukum.

Karena itu, kata peraih penghargaan International Rolleston Award 2015 pada ajang International Harm Reduction Conference di Kuala Lumpur, Malaysia ini, BNN bentukan mantan Presiden Megawati lebih bertindak represif ketimbang pendekatan kesehatan.

Menurut Edo, perang terhadap narkoba merupakan replikasi dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Richard Nixon pada tahun 1970. Saat ini telah banyak bukti oleh para akademisi yang menunjukkan bahwa metode seperti ini telah gagal dan bukan merupakan respons yang tepat dalam upaya mengurangi kasus Napza.

Perang terhadap narkoba menghabiskan dana pembayar pajak dalam jumlah yang besar namun setiap tahunnya bisa dilihat bahwa jumlah kasus terus meningkat. Pendekatan ini juga memiliki dampak yang buruk bagi mereka yang notabene hanya pemakai awal atau pengguna dan pecandu, karena dengan mengirimkan mereka ke penjara tidak dapat menyelesaikan masalahnya, yang ada malah semakin buruk,” Edo menjelaskan.

Karena itu, kepada Kepala BNN yang baru, Irjen Pol Heru Winarko, Edo mewakili para korban Napza di Indonesia berharap agar fungsi BNN dikembalikan ke fungsi awal pembentukannya yaitu merespons persoalan kesehatan.

Peran penegakan hukum dan respons pemberantasan Napza idealnya dikembalikan ke kepolisian khususnya Direktorat IV yang menangani permasalahan ini,” Edo menambahkan. (has)

Bagaimana menurut pembaca?