Isi Liburan Tahun Baru, Anggota DPR Ini Malah Terjebak Macet di Bali

49
EDDY KUSUMA WIJAYA

Jakarta, Tengokberita.com – Euforia libur panjang natal dan tahun baru, tak hanya dirasakan masyarakat umum. Kalangan pejabat negara dan para wakil rakyat di DPR RI pun turut menikmati liburan panjang natal dan tahun baru.

Salah seorang di antaranya adalah Eddy Kusuma Wijaya. Anggota Komisi III DPR RI ini memanfaatkan liburan panjang natal dan tahun baru 2018 dengan mudik ke kampung halamannya di Bali.

Saya lagi di Bali, jauh nih. Pulang kampung saya di Bali. Dulu kan pernah tugas di Bali waktu jadi Serse, waktu bom Bali,” kata Eddy ketika dihubungi Tengokberita.com via sambungan telepon, Sabtu (30/12/2017).

(baca : Jelang Pergantian Tahun, Waspadai Makanan Berformalin!)

Lelaki kelahiran Baturaja, Bali pada 1 November 1954 yang merupakan purnawirawan Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal ini mengaku bahwa dia memang tengah pulang kampung, guna mengisi liburan panjang natal dan tahun baru 2018.

Sori lagi nyari jalan nih, sendiri soalnya gak ada anak buah hahaha,” kata Eddy sambil tertawa ketika ditelepon.

Eddy mengatakan, pada musim liburan panjang natal dan tahun baru 2018 sekarang ini Bali cukup ramai didatangi wisatawan. Erupsi Gunung Agung tampaknya tak terlalu berpengaruh terhadap para wisatawan yang berlibur ke Bali dan menghabiskan malam tahun barunya di Pulau Dewata.

Sebagai bukti bahwa kondisi di Bali saat ini sedang ramai, Eddy pun menyebutkan bahwa dirinya tengah terjebak kemacetan panjang. Penyebabnya, pemberlakuan e-toll. Tidak semua pengendara yang melintasi jalan tol sudah memiliki kartu e-toll. Akibatnya, mereka yang tidak punya e-toll melakukan peminjaman terhadap pengemudi di belakangnya dan begitu seterusnya.

Aduh lagi di tol, orang rame tuh e-toll nya macet. Lumayan ramai di Bali,” kata Eddy yang meminta tengokberita.com menutup sambungan telepon dulu dan dilanjutkan jika dirinya sudah terbebas dari kemacetan jalan di Bali.

Saat terjadi ledakan bom di Bali pada 2002 lalu, Eddy saat itu menjabat senagai Kepala Direktorat (Kadit) Serse Kepolisian Daerah Bali yang kemudian berhasil menangkap Amrozi cs pelaku pengeboman.

Eddy terpilih sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan (Dapil) Banten III dengan kendaraan politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). (nug)

Bagaimana menurut pembaca?