Jika Setnov Tak Serahkan Diri, KPK Usulkan Polri Keluarkan Surat DPO

27
Juru bicara KPK Febri Diansyah tengah memberikan keterangan kepada wartawan di KPK, Jakarta. (Foto: Wibi/Tengokberita.com)

Jakarta, Tengokberita.com – Tim KPK hingga Kamis (16/11/2017) dinihari masih terus melakukan pencarian terhadap keberadaan Setya Novanto. Pasalnya, sejak tim penyidik KPK pimpinan Ambarita Damanik tiba di kediaman Setya Novanto di Jl Wijaya No 13, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (15/11/2017) sekitar pukul 21.40 WIB, mereka tidak juga bertemu Setya Novanto.

Di rumah itu, tim penyidik KPK hanya ditemui istri Setya Novanto dan pengacaranya, Fredrich Yunadi. Kabarnya, Ketua DPR RI itu sudah tidak berada di rumah sebelum tim penyidik KPK mendatangi kediamannya.

(baca: KPK Imbau Setya Novanto Menyerahkan Diri)

Menurut juru bicara KPK Febri Diansyah, kedatangan tim penyidik KPK ke kediaman Setya Novanto memang untuk menangkap Setya Novanto. “Keberadaan teman-teman penyidik di lapangan (kediaman Setya Novanto, red) berbekal Surat Perintah Penangkapan (SPP) atas nama SN yang sudah diterbitkan,” kata Febri saat memberi keterangan pers di gedung KPK, Kamis (16/11/2017) dinihari.

Dikeluarkannya SPP atas nama Setya Novanto, kata Febri, sudah sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku yaitu Pasal 21 KUHAP. “Kami tentu saja sudah memiliki bukti-bukti yang kuat sebagai dasar dikeluarkannya SPP atas nama SN,” kata Febri.

Febri mengimbau agar Setya Novanto memiliki itikad baik dan bersikap kooperatif guna kepentingan penyidikan. “Kami imbau agar SN menyerahkan diri, memiliki itikad baik, dan bersikap kooperatif,” Febri menambahkan.

Jika tidak juga menyerahkan diri, maka KPK akan berkoordinasi dengan Polri untuk mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Setya Novanto.

Perlu dipahami juga bahwa semua orang memiliki prinsip dan kedudukan yang sama di depan hukum,” kata Febri. (has)

Bagaimana menurut pembaca?