Kasus Vila Bodong, Terdakwa Tolak Proses Pidana

104

Jakarta, Tengokberita.com– Sidang lanjutan dengan terdakwa Direktur Utama (Dirut) PT Anugrah Tirta Kencana Kostra Baladhika digelar Kamis (8/3/2018) hari ini di PN Jakarta Selatan dengan agenda pembacaan duplik.

Kuasa hukum Kostra dalam dupliknya menerangkan bahwa dalam perjanjian antara kliennya dengan Lisa Lim dan Rachmi Puspitasari tidak diatur mengenai jalur penyelesaian yang harus ditempuh bila di kemudian hari terjadi sengketa. Karena itu pihak Kostra merasa seharusnya kasus sengketa itu diselesaikan secara perdata terlebih dahulu sebelum secara pidana.

“Harusnya secara perdata, perlindungan konsumen, harusnya di badan tersendiri yang seharusnya mediasi antara developer dengan konsumen. Kalau disitu sudah tidak ada titik temu baru diselesaikan secara pidana,” ujar Kostra usai menjalani sidang di PN Jakarta Selatan kepada Tengokberita.com, Kamis (8/3/2018)

Kostra mengatakan bahwa pihaknya siap mengajukan upaya hukum apabila putusan hakim tetap menjerat dirinya dengan Pasal pidana.

Sementara itu mengenai isu kepemilikan Biro Perjalanan Umroh dan Haji, Kostra enggan mengomentari secara detil tentang hal tersebut. Ia mengatakan bahwa biro tersebut merupakan kerja sama dengan rekannya.

“Saya kerja sama, dengan teman, saya membantu kawan, itu yang punya kawan saya dalam rangka ibadah,” ujar Kostra sambil terburu-buru bergegas pergi.

Seperti yang sudah diberitakan, kasus pidana yang menjerat Kostra ini bermula dari adanya laporan polisi No TBL/2975/VI/2016/PMJ/Dit Reskrimsus yang dilayangkan Nandang Rusmawan, SH. Nandang melaporkan Kostra Baladhika telah melakukan perbuatan pidana penipuan dan atau penggelapan dalam kasus jual beli villa senilai Rp1,2 miliar dengan korban Lisa Lim dan Rachmi Puspitasari.(wap/rot)

Bagaimana menurut pembaca?