Katsuko Saruhashi, Kembangkan Metoda Melacak Perjalanan Jatuhnya Radioaktif di Samudera

54

Jakarta,  Tengokberita.com–  Katsuko Saruhashi, nama yang kurang populer di Indonesia. Tapi bagi masyarakat Jepang terutama yang bergerak di bidang kimia tentu tak asing dengan nama ini. Karena wanita kelahiran 22 Maret 1920 adalah doktor pertama di bidang kimia.

Katsuko memang berharap wanita sama juga dengan pria mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsanya.

“Saya ingin melihat hari ketika para perempuan dapat berkontribusi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pada posisi yang sejajar dengan para pria.”  ujar Katsuko Saruhashi.

Perjalanan Katsuko menjadi seorang ilmuwan bermula saat duduk di bangku sekolah dasar sambil melihat jendela menatap tetesan air hujan yang meluncur turun dari jendela.

Katsuko Saruhashi pun bertanya-tanya apa yang menyebabkan hujan turun?

Perjalanan  panjang untuk mendapatkan jawaban itu membawanya menjadi perempuan pertama yang memperoleh  gelar doktor dalam bidang kimia dari Universitas Tokyo pada tahun 1957.

Katsuko Saruhashi terkenal karena penelitiannya yang inovatif sebagai seorang geokimiawan. Katsuko adalah orang pertama yang secara akurat mengukur konsentrasi asam karbonat dalam air berdasarkan suhu, pH level, dan chlorinity. Dinamai ‘Tabel Saruhashi’ ,  metodologi ini terbukti sangat berharga bagi para ahli kelautan di seluruh dunia.

Katsuko juga mengembangkan teknik untuk melacak perjalanan kejatuhan radioaktif melintasi samudera yang menyebabkan pembatasan eksperimen nuklir samudera pada tahun 1963.

Selama 35 tahun karirnya, Katsuko Saruhashi menjadi perempuan pertama yang terpilih menjadi anggota Dewan Ilmu Pengetahuan Jepang pada tahun 1980. Ia juga perempuan pertama yang mendapatkan penghargaan Miyake Prize untuk geokimia pada tahun 1985. Penghargaan itu adalah salah satu dari sekian banyak penghargaan yang diraihnya.

Katsuko Saruhashi berkomitmen untuk menginspirasi para perempuan muda belajar sains. Karena itu sebuah penghargaan atas namanya, Saruhashi Prize pada tahun 1981 dimunculkan sebagai pengakuan bagi ilmuwan perempuan untuk penelitian yang berbeda beda dalam ilmi pengetahuan.

Karena berbagai prestasi itu  Google memberikan penghormatan kepada Katsuko Saruhashi atas kontribusinya yang luar biasa terhadap sains dan mampu menginspirasi ilmuwan muda maka prempuan ini dijadikan sebagai Google Doodle.(rot)

Bagaimana menurut pembaca?