Kemenangan Anies dan Sikap Cengeng Ananda Sukarlan

anies, sandiaga, pilgub dki, konser, budaya

 

OLEH GEISZ CHALIFAH

BUDAYAWAN

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan diundang dalam acara malam penghargaan dan ulang tahun ke-90 Kolese Kanisius di Hall D JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017). Pimpinan lembaga itu sebelumnya datang ke Balai Kota dan meminta kehadiran Anies pada acara tersebut.

Anies pun datang untuk menghormati undangan. Dalam pidatonya, sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies memberi apresiasi kepada Kanisius. Mewakili warga Jakarta, Anies bahkan mengucapkan terimakasih kepada Kanisius yang selama 90 tahun ini telah berjuang dalam dunia pendidikan.

Ketika berpidato tentang pembangunan kota Jakarta, Ananda Sukarlan yang kemudian diikuti sejumlah orang, melakukan aksi walk out. Almunus Kolese Kanisius angkatan 1986 itu berkoar, kemenangan Anies tidak sesuai dengan cara-cara yang diajarkan Kanisius.

Loh, apa hubungannya? Ananda telah bersikap cengeng dan mempertontonkan kedunguannya di hadapan almamaternya sendiri.

Perspektif dia tentang demokrasi amat sempit. Alam demokrasi menurut dia adalah bila calon yang diusungnya menang walaupun menjadi distributor sembako di minggu tenang, mengintimidasi janda-janda miskin dengan ancaman KJP akan distop bila Ahok kalah.

Menyebarkan selebaran gelap bahwa Anies penganut paham Syiah dan banyak lagi cara-cara negatif lainnya.    Yang seperti itu mungkin menurut Ananda adalah cara-cara yang benar.

Entah doktrin apa yang benar menurut Ananda Sukarlan. Sebagai Gubernur DKI Jakarta yang terpilih secara sah dan konstitusional, Anies hadir untuk menghormati undangan pimpinan Kanisius yang datang ke Balai Kota. Mengapa Ananda Sukarlan melakukan aksi walk out terhadap tamu yang diundang secara terhormat oleh lembaganya sendiri? Aneh bin kerdil. ***

 

 

 

Bagaimana menurut pembaca ?