Kementerian Polhukam Akan Terapkan Screening Medsos

24

Apparatuur, Tengokberita.com- Hati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan menggunakan media sosial untuk sebuah kejahatan. Karena rekam jejak mudah terlacak. Apalagi Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan akan memberlakukan Screening media sosial bagi lulusan sekolah menengah yang akan terjun menjadi abdi negara.

Dr M Fariza Y Irawady Ketua Tim medsos Menkopolhukam RI mengatakan hendaknya para pendidik dan orang tua agar mengawasi anak anaknya dalam menggunakan media sosial. Terlebih, saat ini sudah ada litsus Medsos yang dilakukan Kementrian Polhukam. “Bagi yang sudah lulus Sekolah Menengah Atas lalu ingin melamar masuk menjadi PNS ,Pegawai BUMN ,BUMD ,TNI , POLRI , sekarang sudah ada screening medsos,” ujar dia.

Menurut dia, bagi yang terdeteksi telah melakukan /menyebarkan ujian kebencian dan hal-hal yang melanggar UU, maka jika yang bersangkutan melamar kerja tidak akan di terima di Instansi-instansi itu.

Bang chaca, demikian panggilan akrab Dr Muhammad Fariza Y Irawady ini menyampaikan bahwa Menkopulhukam juga mencermati adanya kemunculan, penyalahgunaan media sosial seperti WhatsApp dan Facebook. Untuk itu mereka menghimbau untuk menggunakan internet yang cerdas dan terbebas dari ancaman norma hukum yang bisa menjerat penggunanya.

Sementara itu pada era keterbukaan informasi saat ini bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, keberadaan internet dan media sosial sangat membantu keberlangsungan berbagai kepentingan publik dan sisi lain juga memberikan pengaruh buruk jika keberadaan media sosial atau internet itu untuk kejahatan. Misalnya yang menggunakan kesempatan tersebut dengan menyebarkan hoax dan fitnah untuk kepentingan politik atau kelompok tertentu.
Padahal, aturan mengenai pemanfaatan internet telah diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Selain itu, Majelis Ulama Indonesia pun telah mengeluarkan Fatwa MUI tentang Hukum dan Pedoman Ber muamalah melalui Media Sosial. Masyarakat diharapkan mengacu pada peraturan-peraturan yang ada sehingga dalam berinternet dan menggunakan media sosial sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.(jar/rot)

Bagaimana menurut pembaca?