Kesaksian Nu’man: Ada ‘Gajah’ Bermain di KTP-E

62

Jakarta, Tengokberita.com – Selain Agun Gunandjar dan Taufik Effendi yang pernah menjabat sebagai Pimpinan Komisi II, turut hadir juga anggota Komisi II dari fraksi PPP, Nu’man Abdul Hakim. Sebagai anggota Komisi II Nu’man turut membahas dan sebagai salah satu yang menyetujui dilaksanakannya proyek KTP-E.

Meski demikian, Nu’man sempat mengutarakan kekecewaannya kepada Agun Gunandjar terhadap berjalannya proyek KTP berbasis NIK tersebut yang terlihat tidak profesional. Beedasarkan kesaksian Nu’man, Agun menegaskan agar tidak lagi terlibat karena adanya ‘gajah-gajah’ yang berada di balik proyek tersebut.

Saya menyampaikan kekecewaan saya kepada Pak Agun kenapa kok gak profesional. Pak Agun bilang kemungkinan pemiliknya ‘gajah-gajah’, jangan terlibat nanti bisa beurusan dengan hukum, kemudian saya gak ikut lagi, gak tanya lagi soal KTP-e,” ungkap Nu’man di PN Tipikor, Senin (12/2/2018).

(baca: Novanto Kaget Proyek KTP-E Diketahui Budiono)

Berdasarkan pernyataan tersebut, anggota fraksi PPP tersebut mengingat pengalamannya yang pernah diintervensi oleh Kementerian. Berbekal pengalaman ini, Nu’man menafsirkan bahwa yang terlibat dibalik proyek tersebut adalah kementerian terkait, sebab Agun sendiri tidak memberitahu siapa kemungkinan ‘gajah-gajah’ tersebut.

Pak Agun gak menyebutkan (‘gajah’), cuma saya menafsirkan di Kementerian lah yang memengaruhi proyek ini,” lanjut dia.

Nu’man menjelaskan bahwa pada rapat awal pembahasan proyek ini semua Kepala Kelompok Fraksi (Kapoksi) menyetujui dan menganggap penting proyek single identity tersebut. Meskipun pada akhirnya sekarang proyek ini masih terus ditelusuri dan dikatakan ada pembagian fee 10% dengan masing-masing 5% ke DPR, khususnya Komisi II dan Kemendagri.

Mantan anggota Komisi II tersebut tidak mengetahui apapun soal fee dan tidak pernah menerima tawaran uang apapun. Bahkan, Ganjar Pranowo yang saat itu juga anggota Komisi II menyampaikan ke Nu’man agar tidak menerima apapun, yang kemudian semakin mengokohkan pendiriannya untuk menghindar dari proyek tersebut.

Jangan sampai kita terima, begitu kira-kira. Cuma pesan saja jangan seperti itu tadi. Saya lupa waktu itu kunjungan kerja ke sebuah daerah kemudian menyampaikan pesan itu dan bagi saya semakin kuat untuk meninggalkan proyek itu,” tegas dia.

Sebagai anggota Komisi II, Nu’man mengutarakan kekecewaannya akibat proyek besar dengan skala nasional tersebut terburu-buru dan tidak dijalankan dengan profesional. Sehingga dalam suatu rapat kerja dirinya juga pernah menyampaikan agar proyek ini tidak menjadi proyek yang kejar tayang, dapat selesai dalam dua tahun namun tidak optimal.

Ada kekhawatiran rekam data itu dipaksakan jadi tidak memenuhi kualitas. Kalau ini tidak optimal saya khawatir rekam data ini tidak memenuhi standar komisi, jadi saya sampaikan jangan sampai ini kejar tayang,” tutup dia. (nug)

Bagaimana menurut pembaca?