Kesaktian Setya Novanto Berakhir di Tiang Lampu

46
fortuner-setnov-menabrak-tiang-listrik

Jakarta, Tengokberita.com – Ketua DPR RI Setya Novanto tak lagi bisa berkelit, apalagi berulah. Setelah berkali-kali lolos dari jeratan hukum sejak 1999 silam, Ketua Umum Partai Golkar itu harus mengakui ‘kesaktian’ sebuah tiang lampu kecil di Jakarta Selatan.

Ya, gara-gara mobil yang ditumpanginya Toyota Fortuner warna hitam B 1732 ZLO menabrak sebuah tiang lampu (sebelumnya disebut-sebut sebagai tiang listrik) di Jl Permata Berlian, Permata Hijau, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (16/11/2017) sekira pukul 19.00 WIB, Ketua Umum Partai Golkar itu bungkam seribu bahasa.

Tersangka kasus korupsi KTP-E berbasis NIK periode 2011 – 2012 itu kemudian dilarikan ke RS Medika, Permata Hijau karena mengalami luka. Kecelakaan itu akhirnya menguak keberadaan Setya Novanto, yang sejak Rabu (15/11/2017) malam dicari KPK.

(baca: Dibawa ke KPK, Wajah Setya Novanto Pucat)

Malam itu juga, tim penyidik KPK dan tim dokter KPK menuju RS Medika sembari membawa Surat Perintah Penahanan (SPP). Besoknya, Jumat (16/11/2017) siang, Setya Novanto dipindahkan KPK ke RSCM Kencana, Jakarta Pusat dan menjadi tahanan KPK.

Pada Jumat sore, KPK mengumumkan bahwa Setya Novanto ditahan KPK untuk 20 hari ke depan. Untuk sementara, pembantaran penahanan dilakukan di RSCM Kencana.

Pada Minggu (19/11/2017) sekitar pukul 10.00 WIB, tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) selaku tim medis second opinion yang berjumlah 10 orang melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Setya Novanto.

Hasil pemeriksaan selama tiga hari yang dilakukan tim medis RSCM dan IDI menyimpulkan bahwa mantan Bendahara Umum Partai Golkar tersebut tidak perlu mendapat rawat inap lagi di rumah sakit.

Kesimpulan tim medis ini menjadi dasar bagi KPK memindahkan penahanan Setya Novanto ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK pada Minggu (19/11/2017) tengah malam. Dan, sejak Minggu tengah malam, Setya Novanto resmi menjadi penghuni Rutan KPK. (has)

Bagaimana menurut pembaca?