Home » News » Kasus » Ketika Nyawa Bayi Debora Ditakar Administrasi
bayi debora, rs mitra, meninggal

Ketika Nyawa Bayi Debora Ditakar Administrasi

Jakarta, Tengokberita.com – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada Rabu (13/9/2017) sama-sama sepakat bahwa kasus meninggalnya bayi Tiara Debora Simanjorang (4 bulan) karena adanya kesalahan administrasi (mal administrasi).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, drg Oscar Primadi, MPH mengatakan bahwa pihak rumah sakit telah melakukan pelayanan kepada bayi Debora. Tetapi pada saat akan dilakukan perawatan, pihak rumah sakit meminta uang muka.

Hal itu merupakan suatu kesalahan adminstrasi yang tidak sesuai dengan peraturan. “Pasien tetap membayarkan biaya perawatan dan pihak rumah sakit tetap menerima uang itu, walau saya dengar sudah dikembalikan lagi,” kata Oscar di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Kebijakan rumah sakit itu dinilainya tidak sesuai dengan UU No 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Menurut Oscar, kebijakan tersebut belum diketahui oleh seluruh petugas secara merata.

Secara terpisah, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta juga menyatakan bahwa kasus meninggalnya bayi Debora karena ada penyimpangan administratif.

Jadi memang kemarin sudah kita putuskan ada penyimpangan administratif. Kita sedang berikan data itu kepada tim untuk mengolah, kira-kira apa kesalahannya dan sanksi apa yang akan diberikan sesuai aturan yang ada,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto, Rabu (13/9/2017).

Pihak Dinkes saat ini tengah bersiap menjatuhkan sanksi untuk Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat. Ada penyimpangan administrasi yang dilakukan rumah sakit yang tak menangani bayi Debora di ruang Pediatric Intensive Cara Unit (PICU) ini.

Bayi Debora ditolak dirawat di ruang PICU karena RS Mitra Keluarga tak menerima pasien BPJS. Kini terungkap, sebenarnya RS Mitra Keluarga pernah menangani pasien BPJS.

(Baca: Menanti Langkah Polri Memidanakan Kasus Kematian Bayi Debora)

Rumah sakit ini walau belum bekerja sama dengan BPJS tapi sudah beberapa kali menagih ke BPJS. (RS Mitra Keluarga Kalideres) pernah menerima pasien yang dirawat tiga sampai empat hari,” kata Koesmedi.

Kini sanksi yang tepat sedang dirumuskan. Biasanya, sanksi untuk rumah sakit bervariasi, dari yang ringan berupa teguran lisan, sanksi sedang berupa teguran tertulis beserta denda, dan sanksi berat berupa pencabutan izin operasional yang biasa diperpanjang lima tahun sekali.

Ini mesti diperhitungkan. Kalau kita mencabut izin rumah sakit itu, maka fasilitas menjadi terganggu. Masyarakat yang dekat di daerah situ bagaimana? Apalagi posisinya saya lihat dari rumah sakit itu memang jauh di ujung, dan sekitarnya tidak ada rumah sakit,” Koesmedi menambahkan.

UU Kesehatan

Kesalahan administrasi kemudian dituding menjadi biang kerok meninggalnya bayi Tiara Debora Siamanjorang. Tapi, bagaimana dengan ulah pihak rumah sakit yang menolak merawat bayi Debora di ruang PICU lantaran kedua orangtuanya tak punya uang? Apakah hal ini tidak menjadi dasar pertimbangan pemerintah (Kemenkes dan Dinkes DKI Jakarta) dalam menyelesaikan kasus kematian bayi Debora?

Pasal 32 ayat (2) UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan amat terang benderang menjelaskan sekaligus mengatur bahwa dalam kondisi gawat darurat, fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka.

Jika dilanggar, ada sanksi pidananya yang diatur dalam Pasal 190 ayat (1) dan (2). Sanksi pidana akan hal itu juga tak hanya berlaku bagi perseorangan, melainkan korporasi sebagaimana diatur dalam Pasal 201 ayat (1) dan (2).

Rasanya, atas nama kemanusiaan dan hukum, tak sewajarnya apabila nyawa bayi Tiara Debora Simanjorang hanya ditakar dengan kesalahan administrasi. (has)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Ini Kronologi Jony Tikam Selingkuhannya Gara-gara ‘Mr P’ Nya Diledek Kecil

Ketika Nyawa Bayi Debora Ditakar Administrasi

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 2 min
0