Home » News » Hiburan » Sosial Budaya » Kisah Wayang Beber yang Kian Terlupakan
budaya, wayang, wayang beber

Kisah Wayang Beber yang Kian Terlupakan

Jakarta, Tengokberita.com – Mungkin kamu sudah sering mendengar istilah wayang. Tapi mungkin kamu belum tahu, jika bumi Nusantara ini memiliki 1300 wayang. Sebuah angka yang sangat wow bukan..?

Salah satu dari lebih seribu wayang itu adalah wayang beber, yang di masa lalu banyak ditemukan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Wayang beber dipercaya sebagai salah satu wayang tertua di Indonesia, dan diperkirakan sudah ada sejak 800 tahun lalu.

Awalnya, wayang beber mengambil cerita Arjunawiwaha. Tapi saat Islam masuk Nusantara pada sekitar abad ke-14, wayang beber kemudian banyak mengambil cerita Panji, yakni kisah pencarian Panji Asmarabangun mencari Dewi Sekartaji.

Berbeda dengan wayang kulit, pentas wayang beber dilakukan dengan menggunakan layar bergambar. Setiap gulungan biasanya menceritakan adegan dalam kisah tersebut. Di masa lalu, kisah itu dibuat dengan cara disungging di atas kertas daluang, atau kertas yang dibuat dari kulit pohon Ponorogo. Sementara tintanya dibuat dari berbagai pewarna alami yang dapat ditemui di alam sekitar.

(Baca: Mengenal Tenun Mamasa, Salah Satu Wastra Tertua di Nusantara)

Adegan yang tergambar di layar ini, lantas diceritakan sang dalang dengan cara membeberkan satu gulungan ke gulungan lain. Pertunjukan ini biasanya diiringi dengan gamelan, meski tak selengkap pada wayang kulit ataupun wayang orang.

Hanya empat hingga lima alat gamelan yang digunakan,” papar Marina Pretkovic, antropolog asal Kroasia yang sejak 2013 meneliti keberadaan wayang beber, dalam acara ‘Bincang-bincang soal wayang Beber’ di Museum Wayang, Minggu (12/8/2017).

Marina yang melakukan penelitian bersama rekannya, Thea Skrinjaric mengungkapkan bahwa keberadaan wayang beber kian terancam. Wayang ini kian jarang dipentaskan. Bahkan dari menurut duo antropolog asal Kroasia yang meneliti keberadaan wayang beber sejak 2013 ini, tidak setiap tahun ada pentas wayang beber.

Wayang beber hanya dipentaskan untuk ritual tertentu, dan untuk itu harus didahului dengan berbagai upacara adat. Sering pentas dilakukan dengan tidak menggunakan gulungan yang asli dengan berbagai pertimbangan.

Koleksi wayang beber juga sangat sulit ditemukan. Dalam penelitiannya, Marina dan Thea menemukan wayang beber masih bisa ditemukan di Pacitan Jawa Timur dan Gunung Kidul. Pelaku wayang beber juga makin sedikit, karena tidak ada kitab tertulis yang bisa dipelajari.

Ini merupakan tradisi lisan yang diturunkan secara turun temurun. Dan hanya kaum lelaki yang bisa mewarisi kemampuan mendalang,” terang Tea.

Kesulitan lain untuk melestarikan wayang beber adalah minimnya sumber cerita. Dari lebih 200 kisah Panji yang pernah ada, hanya 70 yang dipercaya yang ada di Indonesia. Bahkan artefak wayag beber yang menceritakan kisah Arjunawiwaha, tidak ada di Indonesia. Padahal pemerintah Jepang pernah membuat duplikasinya.

Saya tidak tahu bagaimana Jepang membuat duplikasi ini, dan didasarkan pada apa,” ujar Samuel Santoso Adi Prasetyo, penggagas Wayang Beber Metropolitan.

Samuel yang juga banyak mempelanjari naskah wayang beber mengungkapkan ada beberapa hal yang menyebabkan wayang beber kian terlupakan. Selain monoton dan membosankan, ketiadaan artefak menjadi salah satu penyebabnya. (emu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Meresahkan, Situs Nikahsirri Diblokir

Jakarta, Tengokberita.com-Keberadaan situs nikahsirri.com dinilai cukup meresahkan masyarakat. Pasalnya, lewat situs ini memungkinkan pengguna untuk ...

Kisah Wayang Beber yang Kian Terlupakan

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 2 min
0