KPK Penjarakan Dokter Pemanipulasi Data Sakit Setnov

41

Jakarta, Tengokberita.com – Setelah menjalani pemeriksaan lebih dari 10 jam, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan dr Bimanesh Sutarjo. Bimanesh ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus merintangi penyidikan yang dilakukan KPK terhadap tersangka Setya Novanto.

Penahanan terhadap Bimanesh dilakukan untuk 20 hari ke depan. “Ditahan di Rutan Guntur untuk 20 hari pertama,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (12/1/2018) jelang tengah malam.

Saat keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 22.50 WIB, Bimanesh sudah mengenakan rompi warna oranye yang merupakan seragam tahanan khas KPK.

Bimanesh tak memberikan komentar apapun tentang penahanan tersebut. Dia hanya tersenyum dan terus berjalan dengan dikawal beberapa orang menuju ke mobil tahanan yang akan mengantarnya ke rumah tahanan (rutan) Guntur.

Bimanesh ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik KPK lantaran diduga memanipulasi data-data sakit Novanto.

(baca: Datang ke KPK Dokter Bimanesh Dorong Kursi Roda)

Selain melakukan pemanggilan terhadap Bimanesh, penyidik KPK juga memanggil Fredrih Yunadi pada Jumat (12/1/2018). Namun mantan pengacara Setya Novanto ini tidak hadir dengan alasan tengah mengajukan sidang dugaan pelanggaran kode etik advokat di Peradi.

Fredrich pun meminta penjadwalan ulang. Namun KPK menegaskan agar Fredrich jangan mencari-cari alasan sehingga menghambat proses hukum yang tengah dilakukan KPK.

Dalam kasus tersebut, Fredrich dan dr Bimanesh pun disangkakan melakukan obstruction of justice dengan sangkaan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Fredrich merupakan mantan pengacara Novanto, sedangkan dr Bimanesh adalah dokter yang menangani Novanto ketika dirawat di RS Medika Permata Hijau.

Keduanya diduga bekerja sama untuk memanipulasi data rekam medis Novanto. Manipulasi itu diduga untuk menghindari panggilan KPK. (has)

Bagaimana menurut pembaca?