KPK VS Setnov: Adu Saksi di Sidang Praperadilan

Kabiro Hukum KPK Setiadi saat memberikan keterangan kepada wartawan di PN Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017). (Foto:Wibi/Tengokberita.com)

Jakarta, Tengokberita.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menghadiri sidang praperadilan jilid II yang dilayangkan Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pada sidang kedua yang dipimpin hakim tunggal Kusno, Kamis (7/12/2017) dibahas soal saksi-saksi yang akan dihadirkan oleh kedua pihak yang berseteru untuk diagendakan pada siang berikutnya.

(baca: Usai Pelimpahan Berkas Setnov, KPK Besok Hadiri Sidang Paperadilan)

Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setiadi, rencananya akan mengajukan 5 orang saksi untuk menguatkan argumennya dalam sidang praperadilan jilid II.

Saksi kurang lebih ada 5, ada saksi akta, ada juga ahli yang akan kami sampaikan, saksinya kurang lebih satu atau dua, sisanya ahli. Tentu ada ahli hukum pidana, ahli hukum acara pidana, ada juga ahli hukum administrasi dan tata negara,” kata Setiadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017).

Terkait strategi, Setiadi sedikit membocorkan bahwa salah satu poin yang akan menjadi dalil jawaban dari KPK adalah kesaksian salah satu tersangka yang sudah ‘buka-bukaan’ di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Diduga kuat tersangka tersebut adalah Andi Narogong. Tapi ia tidak menjelaskan lebih jauh, kesaksian apa yang akan disampaikannya nanti.

Di kubu lain, Kuasa Hukum Setya Novanto, rencananya akan menyiapkan tiga saksi ahli dalam persidangan praperadilan jilid II. Namun Ketut Mulya Arsana belum bisa mengkonfirmasi siapa saja ahli hukum yang dimaksud.

Nanti kita lihat, karena kita belum pastikan kehadirannya ya, kecuali sudah sampai di Jakarta, yang jelas dari luar kota. Ahli yang akan didatangkan berbeda dengan ahli yang sebelumnya,” kata Ketut.

Di hari yang sama, saat menutup sidang hari ini, Hakim Kusno meminta kejelasan terkait berapa orang saksi yang akan diajukan para pihak. Hal ini ditujukan agar persidangan praperadilan kali ini dapat berjalan efektif.

Sekali lagi, kalau ini bertele-tele , Kamis sore saya sudah ingin putus, paling lambat Jumat. Supaya tidak ada pemikiran bahwa hakim memperlambat. Makanya besok jawaban dan bukti kedua belah pihak sudah ada ya,” kata hakim Kusno sesaat sebelum menutup sidang. (wap)

Bagaimana menurut pembaca ?