Kreatif dan Unik, Mobil ‘Muka Dua’ Langgar Aturan

28

Bandung,Tengokberita.com-Beberapa hari terakhir lini masa media sosial dihebohkan oleh penampakan mobil bermuka dua yang melintas di jalanan Kota Bandung. Kemunculan mobil tersebut menjadi viral setelah video dan foto-foto yang diunggah di sebuah akun Facebook. Penampakan mobil ini sempat membuat warga kebingungan karena sulit untuk membedakan, mana bagian depan atau pun belakangnya. Muka depan dan belakang tampilannya.

Inilah yang membuat sejumlah warga kagum dengan bentuknya yang aneh dan unik jika dibandingkan dengan mobil pada umumnya, bahkan polisi yang hendak menilangpun dibuat tertawa melihat bentuknya yang lucu.

 

Mobil berwarna emas itu terlihat aneh dan unik karena memiliki dua bagian depan dan tidak memiliki bagian belakang sehingga tampak dua bagian depan mobil yang disambung menjadi satu. Setirnya pun ada dua. Benar-benar kreatif dan unik.

Dikutip dari unggahan NTMC Polri mobil ‘Bermuka Dua’ ini akhirnya ditilang polisi pada Senin sore lalu. Berdasarkan foto-foto yang kemudian beredar di dunia maya mobil itu terparkir tepat di depan Mapolsek Sukajadi dan tampak seorang polisi sedang memperhatikan mobil tersebut. Mobil hasil modifikasi yang menggabungkan dua unit mobil bekas taksi berjenis sedan merk Toyota Vios buatan tahun 2012 dengan kapasitas mesin 1500 Cc itu dikenakan pelanggaran Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 275 Ayat 2 tentang Persyaratan Teknis dan Pasal 286 tentang Persyaratan Laik Jalan.

Menurur penjelasan polisi, pelanggaran tidak laik jalan ini karena kendaraan tersebut tidak memiliki lampu mundur, dimensi kendaraan yang tidak sesuai, memiliki mesin ganda, juga kendaraan itu belum memiliki izin RuBenTiNa (Rubah Bentuk Ganti Warna). Selain itu, surat tanda nomor kendaraan (STNK) ada dua dan pelat nomornya juga dua.

Disebutkan bahwa sang pemilik mobil Roni Gunawan (71 thn), yang juga pembuat mobil ‘Bermuka Dua’ itu berencana untuk mengikuti kontes modifikasi namun ditilang saat mobil ‘Bermuka Dua’ yang dikendarai sopirnya ingin dipindahkan dari pool GR (Gemah Ripah) Taxi dimana tempat mobil itu dibikin untuk dibawa menuju rumahnya yang berada di daerah Jl. Setiabudi untuk disimpan.

Sayangnya di tengah perjalanan polisi memberhentikan kendaraan yang tak lazim itu. Ia mengakui kesalahannya bahwa mobilnya itu bukan untuk digunakan di jalanan.

Belajar dari peristiwa ini, bagi para modifikator atau pecinta modifikasi otomotif yang memang untuk mengekspresikan dan menunjukkan jati diri melalui modifikasi tunggangannya masing-masing sebaiknya perlu mengetahui bentuk-bentuk modifikasi kendaraan yang melanggar aturan karena dinilai berbahaya dan mengganggu ketertiban untuk dilakukan.

Meski hal itu merupakan suatu bentuk kreatifitas namun sebuah kreatifitas itu perlu batasan-batasan terutama jika modifikasi kendaraan yang dilakukan digunakan di jalan umum. Jangan sampai menyalahi aturan pihak berwajib baik Kepolisian maupun Dinas Perhubungan, kecuali modifikasi dilakukan hanya untuk keperluan pameran atau kontes. (pink/rot)

Bagaimana menurut pembaca?