KRI Banda Aceh 593 Meriahkan Sail Sabang 2017

KRI Banda Aceh saat tiba di Pelabuhan Balohan, Sabang, disambut dengan tarian khas setempat bersama dengan pemerintah daerah Kota Sabang. (Foto:Dispen Kolinlamil)

Aceh, Tengokberita.com – Sail Indonesia ke-9 yang dipusatkan di Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dimeriahkan dengan kehadiran Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh 593. Kehadirannya mampu menyedot perhatian pengunjung.

Mereka begitu antusias menaiki kapal perang terbaik yang dimiliki jajaran Komando Lalu Lintas Militer (Kolinlamil) tersebut, yang kebetulan namanya diambil dari provinsi paling ujung di Indonesia bagian Barat tersebut.

KRI Banda Aceh 593 merupakan unsur yang dioperasionalkan oleh Kolinlamil. KRI Banda Aceh juga merupakan salah satu kapal yang sangat tepat digunakan untuk mendukung event Sail Sabang 2017 yang diselenggarakan di Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam.

Kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) ini melaksanakan tugas berdasarkan perintah Pangkolinlamil untuk mendukung perhelatan event besar akhir tahun 2017 dengan berlayar dari Dermaga Tanjung Priok menuju Sabang dengan transit di Pelabuhan Gudang Arang Belawan Sumatra Utara, dan berlabuh di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, Jumat (1/12/2017).

Masyarakat Sabang naik ke KRI Banda Aceh dalam acara Open Ship KRI Banda Aceh yang turut mendukung event Sail Sabang 2017 di Sabang, Nanggroe Aceh Darusalam. (Foto: Dispen Kolinlamil)

KRI Banda Aceh 593 yang berada dibawah pembinaan Satlinlamil Jakarta, dan dikomandani Letkol Laut (P) Whisnu Kusardianto, S.E. ini mengangkut Satuan Tugas Pelayaran Lingkar Nusantara VII (Satgas Pelantara VII), Saka Bahari dan Bakti Bela Negara Sail Sabang 2017.

Dalam siaran pers Dispen Kolinlamil yang diterima redaksi Tengokberita.com, Minggu (3/12/2017), jumlah peserta Satgas Pelantara VII, Saka Bahari dan Bakti Bela Negara Sail Sabang 2017 sebanyak 774 orang. Saat tiba di Pelabuhan Balohan, Sabang disambut oleh Danlanal Sabang, Wakil Walikota Sabang dan pejabat daerah setempat.

Sebagai bagian dari perhelatan Sail Sabang 2017, Satgas Pelantara VII, Saka Bahari dan Bakti Bela Negara melaksanakan berbagai kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yaitu di sekolah-sekolah, Masjid, Gereja dan Yayasan, pembersihan pantai dan kegiatan perkemahan.

Berdasarkan info dari Kementerian Pariwisata yang menjadi pelaksana penyelenggaraan mencatat jumlah pengunjung sampai tanggal 30 November 2017 mencapai 20 ribu orang dan juga mendatangi KRI Banda Aceh 593 yang melaksanakan open ship. Meskipun cuaca dalam kondisi hujan tidak menyurutkan dan antusias para pengunjung untuk tetap datang dan melihat KRI Banda Aceh 593.

Di sela-sela acara Sail Indonesia ke-9 tersebut pula, KRI Banda Aceh 593 dikunjungi mantan Menko Kemaritiman Prof. Dr. Ir. Indroyono Soesilo dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Arief Yahya.

Sail Sabang adalah rangkaian dari Sail Indonesia seri ke-9 yang diluncurkan pertama kali di Bunaken Manado tahun 2009. Sabang sendiri menjadi lokasi dari titik nol kilometer di ujung barat NKRI. Kepulauan ini membentang lebih dari 5.000 km dengan jarak sebanding dari Swedia ke Vladivostok.

Puncak acara Sail Sabang 2017 menampilkan tarian kolosal Laksamana Malahayati; toll ship parade (melayarkan KRI Bima Suci dan mengundang tall ship atau kapal dengan layar tinggi dari negara-negara yang dilewati seperti India, Malaysia, Thailand, dan Singapura); diikuti Kapal Pemuda Nusantara, kapal riset Baruna Jaya IV dan Baruna Jaya VIII, konvoi 100 kapal yacht peserta Sail Sabang 2017 dari Langkawi, Phuket, Singapura, Australia, Eropa, dan parade kapal nelayan tradisional.

Selain itu, sejumlah kegiatan sebagai supporting event juga digelar antara lain Jambore Iptek, International Freediving Competition, Sabang Underwater Contest, Sabang Carnival, Kapal Pemuda Nusantara, Aceh Culinary and Coffee Festival, Sabang Wonderful Expo and Marine Expo, Sales Mission Cruise Operator and Yacht, juga Seminar Wisata Bahari. (has)

Bagaimana menurut pembaca ?