KRI Teluk Hading 538 Tangkap Kapal Ikan di Arafuru

Prajurit KRI Teluk Hading 538 saat mengamankan ABK KM Iwan Satu Jaya yang melakukan pelanggaran Undang-undang Pelayaran di Perairan Arafuru, Maluku, Senin (18/12/2017). (Foto: Dispen Kolinlamil)

Jakarta, Tengokberita.com – Kapal Motor (KM) Iwan Satu jaya yang merupakan kapal ikan milik WNI yang tengah berlayar di perairan Arafuru, Maluku, ditangkap Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Hading 538, Senin (18/12/2017).

Kapal ikan KM Iwan Satu Jaya ditangkap karena melanggar aturan pelayaran pada posisi 08°1423`S-136°2859`T perairan Arafuru. Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, petugas dari KRI Teluk Hading 538 menemukan banyak pelanggaran.

Di antaranya ABK yang tidak disijil, tiga ABK tidak mempunyai seaman book/buku pelaut, ukuran mata jaring tidak sesuai dengan SIPI – OT dan Penerbitan SPB mendahului SLO, melanggar Pasal 135 Jo 310 dan Pasal 145 jo 312 UU nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Selanjutnya kapal tersebut diad-hoc ke pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tual untuk penyerahan berkas awal perkara.

(baca : Amankan Perbatasan RI-PNG, KRI Teluk Hading Angkut 450 Pasukan Yon 500/R Sikatan)

Kasubdispenum Dispen Kolinlamil Mayor Laut (KH) Pitoyo Leres, SSos mengatakan, kala itu KRI Teluk Hading 538 yang dikomandani Mayor Laut (P) Wendy Nizwar Rizaldi, tengah melaksanakan pelayaran mendukung pemulangan Satgas Pamtas RI-Papua Nugini Sektor Selatan 2017. Ketika berlayar di posisi 08°1423`S-136°2859`T perairan Arafuru, KRI Teluk Hading 538 menemukan sebuah kapal ikan yang mencurigakan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ditemukan banyak pelanggaran,” kata Mayor Pitoyo kepada Tengokberita.com, Selasa (19/12/2017).

KRI Teluk Hading 538 merupakan salah satu unsur kapal perang di bawah kendali operasi Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil). Setelah menangkap kapal ikan tersebut, KRI Teluk Hading 538 saat ini sedang sandar di Dermaga Lanal Tual untuk bekal ulang dan akan melanjutkan pelayaran dalam rangkaian mendukung pergeseran pasukan dan material Satgas pamtas RI-PNG Yonif 503/Mayangkara Para Raider Kostrad yang berasal dari Mojokerto, Jawa Timur.

Kapal berjenis Frosch-I/Tipe 108 yang sehari-hari berpangkalan di Jakarta tersebut di bawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta. Kapal perang dengan kemampuan angkut sampai dengan 750 pasukan tersebut memiliki kemampuan lintas laut dengan kecepatan maksimal 11 knot.

Kegiatan Operasi angkutan laut Militer ini sebagai salah satu tugas pokok Kolinlamil dalam melaksanakan pergeseran pasukan dari suatu daerah menuju daerah penugasan dalam rangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP). (has)

Bagaimana menurut pembaca?