Lawan Jokowi, Prabowo Bisa Menang Asal…

110

Jakarta, Tengokberita.com- Keterpilihan atau elektabilitas Prabowo Subianto dalam sejumlah survei masih di bawah Petahana Joko Widodo. Selisihnya masih terpaut jauh. Elektabilitas Prabowo masih di kisaran 15,4 persen, sedangkan Joko Widodo sekitar 50 persen. Artinya jika pemilihan presiden dilakukan hari ini maka Joko Widodo akan melenggang dengan leluasa menuju kursi RI-1.

Maka untuk memenangkan persaingan melawan Joko Widodo,  seperti kata Ahli strategi perang, Sun Tzu ”Kenali diri sendiri, kenali lawan, niscaya kemenangan pasti ada di tangan. Kenali medan pertempuran, kenali iklim maka kemenangan akan sempurna”.

Apalagi, perwakilan 34 DPD Gerindra seluruh Indonesia sudah sepakat mendukung Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai capres di 2019. Rencananya pada April mendatang mereka akan mempresentasikan strategi pemenangan Prabowo.

“Rencananya DPD-DPD ini akan bertemu kembali minggu pertama bulan April,” ujar Waseken Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Selasa (13/3/2018).

Pertemuan itu, ungkap Andre untuk meyakinkan Prabowo bahwa 34 DPD Gerindra sangat komit memenangkan Prabowo menjadi presiden periode 2019-2024.

Pertemuan itu juga untuk mematangkan rencana kerja dan juga dalam rangka mempersiapkan presentasi kepada Prabowo Subianto mengenai kesiapan masing-masing DPD dalam memenangkan Pak Prabowo.
“Kami akan mempersiapkan presentasi per daerah untuk meyakinkan Pak Prabowo,” ujar dia.

Apa yang dikatakan oleh Andre itu adalah bagian dari rencana awal strategi pemenangan yang muaranya adalah untuk mendapatkan kemenangan (victory) di tengah-tengah persaingan memperebutkan kursi RI-1.

Mengacu kepada Michael Porter mengenai persaingan atau competition analysis adalah bagaimana perusahaan dalam hal ini Partai Gerindra yang diwakili Prabowo Subianto tak hanya bersaing dengan Joko Widodo, tapi ada pesaing lain yang juga bisa jadi kuda hitam dalam pemilihan presiden 2019 tersebut. Prabowo di sisi lain juga bersaing dengan sejumlah calon potensial yang bisa masuk lewat ‘Poros Ketiga’ yang beberapa hari terakhir terus mengemuka.

Oleh karena itu, elemen yang harus diperhatikan adalah Peran tim sukses. Sebagai ujung tombak penyerap aspirasi masyarakat, merekalah yang paling mengetahui apa kebutuhan masyarakat saat ini dan ke depan. Karena dari hal ini, ide kegiatan kampanye, bahkan visi misi kampenye bisa dibangun. Lewat tim sukses jauh – jauh hari telah membuat perencanaan kegiatan kampanye, tiap -tiap wilayah sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah tersebut.

Kedua adalah Pemetaan Perilaku Pemilih. Tim sukses harus mampu memetakan pemilih berdasarkan demografi dan preferensi politik (menentukan market, atau konstituen secara tepat dengan mengikuti aturan wilayah dan pandangan politiknya). Memetakan isu-isu strategis lokal (Menyusun Visi dan Misi yang sesuai dengan keadaan masyarakat atau konstituen di daerah pemilihan); Memetakan nama-nama yg berpotensi menjadi kawan dan lawan (Menginventarisir kekuatan dan kelemahan yang berasal baik dari konstituen atau kompetitor); Memetakan media komunikasi yang efektif digunakan oleh pemilih.

Ketiga adalah pembentukan Media Center. Lewat media ini menyuarakan program-program dari sang kandidat sekaligus membangun pencitraan dari kandidat tersebut.

Memang bukan perkara mudah, karena calon lawan juga akan melakukan hal yang sama. Namun, seperti kata Sun Tzu Kenali diri sendiri, kenali lawan, niscaya kemenangan pasti ada di tangan. (rot)

Bagaimana menurut pembaca?