Lazuardi Nurdin : Pengawasan Lemah, Kualitas SDM Proyek Konstruksi Juga Rendah

43
LAZUARDI NURDIN, Ketua Umum Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Indonesia (A2K4-Indonesia). (Foto: Hasan/Tengokberita.com)

Urban, Tengokberita.com – Kasus jatuhnya besi sepanjang empat meter yang kemudian menewaskan Ny Tarminah (54) alias Mimin di sekitar proyek pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tingkat Tinggi Pasar Rumput, Jakarta Selatan, terjadi pada hari libur yaitu Minggu (18/3/2018).

Kasus kecelakaan konstruksi selama ini nyaris seluruhnya terjadi di hari libur dan pada malam hari seperti pada kasus Becakayu, robohnya crane di Pulogadung dan Kelapagading, dan masih banyak lagi.

Menanggapi hal ini, pakar konstruksi dari Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Indonesia (A2K4-Indonesia) Lazuardi Nurdin mengatakan, kecelakaan kerja konstruksi yang sering terjadi di hari libur terjadi karena tingkat pengawasan lemah.

Kalau kita mengamati kasus-kasus kecelakaan konstruksi yang terjadi selama ini dominan kejadiannya pada hari libur. Saya selalu katakan bahwa pengawasan terhadap pekerjaan pada hari minggu atau hari libur besar lainnya itu lemah sekali,” kata Lazuardi Nurdin kepada Tengokberita.com, Minggu (25/3/2018).

(baca: 13 Kecelakaan Konstruksi dalam 8 Bulan, Terakhir Merenggut Nyawa Tarminah)

Ini ada kesalahan dalam menerapkan sistem manajemen K3 di mana pada saat libur pengawasan K3 tidak diperhatikan,” kata Lazuardi lagi.

Proyek Rusunawa Tingkat Tinggi Pasar Rumput, Jakarta Selatan

Lazuardi yang juga anggota Komite Keselamatan Konstruksi, sebuah komite yang dibentuk secara khusus oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait sering terjadinya kasus kecelakaan konstruksi, bahkan menduga kuat apabila tenaga pengawas di saat hari libur tidak ada di lokasi proyek.

Dan saya juga tidak begitu yakin konsultan pengawas yang seharusnya bisa mengawasi pekerjaan bisa jadi tidak ada/tidak hadir pada saat pekerjaan berlangsung. Mestinya kalau pengawasannya benar pasti izin kerja tidak dikeluarkan sebelum dipastikan aman pada saat bekerja. Karena K3 bukan hanya melindungi pekerja saja tapi juga melindungi orang lain di sekitar tempat kerja,” Lazuardi memberikan penjelasan.

Sebelum melakukan sebuah pekerjaan, pengawas harus memastikan terlebih dahulu bahwa area kerja sudah dipastikan aman, baik bagi para pekerjanya sendiri maupun orang lain yang berada di area lokasi kerja.

Jadi kalau safety deck atau jaring pengaman tidak bisa menjamin melindungi material yang jatuh, maka pengawas harus meminta kepada kontraktor untuk memasang dulu supaya pada saat benda jatuh bisa ditahan oleh jaring pengaman atau safety deck. Jadi (kasus jatuhnya besi sepanjang empat meter yang menewaskan Mimin) ini ada peran konsultan pengawas juga menurut pendapat saya karena konsultan pengawas yang memberikan izin kontraktor,” Lazuardi menambahkan.

Apakah saat kejadian, jaring pengaman tidak dipasang atau bahkan tdk ada? “Jaring pengaman dan safety deck sudah ada Pak, namun tidak sampai ke lantai sebab informasinya saat itu sedang ada kegiatan,” kata Lazuardi. (has)

Bagaimana menurut pembaca?