Lezatnya Pecak Ikan Betawi Haji Muhayar

1101

Kuliner, Tengokberita.com-Menikmati makanan pecel ikan lele bukan sesuatu yang aneh atau asing. Karena hampir di semua sudut kota terutama Warung kaki lima di Jakarta banyak menjual nasi uduk dengan pecel lele. Sajian pecel lele yang dimaksud adalah ikan lele goreng yang dihidangkan bersama sambal terasi dan lalapan segar. Sajian ini seringkali juga sedikit dimodifikasi dan disebut lele penyet karena ikan lelenya di’penyet’ atau dipencet di atas sambal.

Namun, kali ini Tengokberita.com, mau mengajak anda untuk menikmati sesuatu yang khas Betawi. Bahkan, sudah cukup jarang ditemui di Jakarta. Apa itu? Pecak Ikan. Makanan pecak ikan, tentunya dengan beragam ikan. Ada ikan lele, ikan mas dan lain sebagainya. Dari aneka jenis Pecak Ikan itu, paling ‘Top Markotop’ adalah Pecak Gurame . Ikan guramenya dibakar atau digoreng kering kemudian disiram sambal kuah encer dengan bumbu cabai dan kemiri yang gurih. Daun kemangi segar menjadi pelengkap pecak.

Jika anda ingin menikmati Pecak Ikan Khas Betawi yang masih tersisa di Kota Jakarta, bisa datang ke Warung Haji Muhayar yang terletak persis di jalan Jl. Taman Margasatwa No.18A, RT.9/RW.5, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan atau samping Kantor Telkom, sebelum lampu prapatan lampu merah Ragunan arah dari mampang atau Pasar Minggu. Di warung itu, anda bisa merasakan langsung kelezatan Pecak Ikan Muhayar yang cukup terkenal di komunitas pecinta Kuliner.

Memang tampilan warungnya sederhana dan tidak cukup besar.Tetapi ketika datag ke warung itu terutama saat makan siang maka jangan harap anda langsung terlayani. Pasalnya warung itu dipenuhi oleh puluhan pelanggannya sehingga kapasitas warung tidak memadai. Apalagi, tempat parkiran hanya untuk beberapa motor.

Karena itu bila pelanggan setia menu Betawi ini datag ke warung dengan menggunakan mobil, ia memarkir mobilnya di kantor telkom , pom bensin dan kantor kantor sekitarnya. Merela kemudian berjalan kaki menuju warung Pecak Ikan itu.

Begitu pesanan tersedia maka ikan goreng dengan siraman sambal pecak, sayur asem Betawi, tahu goreng, dan lalapan akan tersaji di meja. Sajian ditambah ‘aksesori’ cabe merah ulek dan bawang merah di dalamnya.

Sambal pecak sendiri sedikit berbeda dengan ‘formula’ sambal terasi atau sambal ulek pada umumnya. Siraman sambal pecak di atas ikannya memang terlihat agak ‘sangar” pedasnya. Tetapi, begitu disantap, rasa pedasnya tak terlalu garang. Justru ada sedikit semburat rasa asam segar di dalam sambalnya. Kombinasi ikan goreng kering dan panas berpadu dengan sambal pecak yang unik membuat makan pun makin nikmat. Kalau kurang pedas, sambal terasi ulek siap membuat Anda kepedasan. Yang lebih enak, sambal berwarna merah merona menyala ini hanya diulek kasar. Ini lebih enak dibanding sambal yang halus. Sambal ulek kasar punya rasa yang lebih dahsyat pedasnya. Selain itu tekstur kulit cabainya juga memberi sensasi tersendiri. Sayang sambal ulek ini terasa kurang segar. Rasanya akan lebih nikmat jika ditambah tetesan air jeruk limau yang lebih banyak ke dalamnya.

Teman makan Pecak ikan ini akan tambah mantab bila ada sayur asem Betawi, karena rasanya khas. Dengan bahan bahan potongan- potongan oncom yang besar dalam kuah panas sayur asem dan kacang tanah yang masih dengan kulit luarnya maka makin menambah sensasi hidangan pecak ikan Betawi. (jar/rot)

Bagaimana menurut pembaca?